Proses Metamorfosis pada Katak Penjelasan Lengkap


Salah satu hewan yang berkembangbiak dengan metamorphosis adalah katak. Salah satu hewan yang hidup di air dan di darat ini melalui metamorphosis sempurna dalam perkembangannya. Apabila teman-teman sering pergi ke sawah, pasti teman-teman pernah melihat hewan seperti ikan yang memiliki kepala yang besar dan ekor yang kecil namun memiliki dua kali, hewan ini adalah kecebong, yaitu salah satu proses metamorfosis fase menengah pada katak. Penjelasan lengkap tentang proses metamorfosis pada kata adalah sebagai berikut.

Tempat reproduksi yang paling cocok untuk katak adalah tempat lembab atau berair. Ketika musim kawin tiba, katak akan mencari tempat berair untuk mencari pasangan dan melakukan perkawinan. Hal ini disebabkan oleh tempat pembuahan katak yang terjadi di luar tubuh, sehingga tempat berair atau lembab dapat membantu memfasilitasi pergerakan sperma membuahi sel telur. Ketika musim kawin tiba, biasanya pada saat bulan mati atau menjelang hujan, kodok jantan mengeluarkan bunyi untuk mengundang kodok betina.  Meskipun kodok termasuk hewan yang hidup di air dan di daratan, kodok tetap memerlukan panas untuk menjaga metabolismenya. Hal ini terjadi karena kodok termasuk jenis hewan berdarah dingin, sehigga meskipun tidak bisa hidup jauh-jauh dari air, kodok tetap memerlukan tempat bersuhu panas untuk menjaga suhu tubuhnya tetap hangat. Sehingga ketika kodok akan melakukan perkawinan, kodok mengeluarkan suara untuk memanggil kodok betina yang sedang menyebar berada di tempat bersuhu panas. 

Proses Metamorfosis pada Katak Penjelasan Lengkap - Proses perkawinan katak dilakukan dengan cara amplexus atau keluarnya telur setelah katak jantan menekan perut betina sehingga merangsang keluarnya telur. Perkawinan ini terjadi ketika katak jantan menempel dipunggung katak betina sambil berenang. Katak jantan yang berukuran lebih kecil dari katak betina akan menekan perut betina agar betina mengeluarkan telurnya dan ketika telurnya keluar, katak jantan akan mengeluarkan spermanya untuk mebuahi telur yang keluar. Pada saat melakukan amplexus, biasanya terjadi persaingan antara beberapa katak jantan memperebutkan satu katak betina. Sehingga katak yang paling lama bertahan dengan amplexusnya yang akan memenangkan persaingan. Setelah amplexus inilah metamorfosis dari katak terjadi. Dimulai dari telur hingga membentuk katak dewasa. Berikut penjelasan proses metamorfosis katak.

  • Telur
Katak akan menempatkan telur-telur mereka di tempat yang basah untuk melindungi telur-telur tersebut dari predator dan arus air yang dapat menghambat proses pertemuan sel gamet atau perkembangan embrio. Oleh karena itu, telur-telur yang telah dibuahi oleh sperma katak jantan akan diletakkan di tempat berair agar embrio yang berkembang di dalam struktur telur yang kenyal seperti jeli serta dilengkapi oleh kuning telur sebagai sumber nutrisi untuk perkembangan embrio katak aman. Pada umumnya telur katak diletakkan di tempat berair yang tenang karena air yang mengalir tidak cukup aman untuk mempertahankan struktur telur, sementara beberapa jenis katak seperti katak pohon, meletakkan telurnya di cabang-cabang pohon dan melindunginya dengan busa (kokon) untuk menjaganya dari terik matahari. Ketika hujan tiba, busa-busa kokon tersebut akan pecah dan telur-telur katak yang telah menjadi larva akan terbawa air hujan dan mencapai ke aliran sungai.
  • Kecebong
Setelah 21 hari, telur-telur katak akan menetas dan menjadi kecebong. Karena baru menetas, kecebong memiliki bentuk yang belum sempurna pada organ insang, mulut, dan ekor. Organ-organ tersebut baru akan sempurna setelah 7 sampai 10 hari setelah penetasan. Setelah memiliki bentuk organ dan badan yang sempurna, kecebong-kecebong ini akan mulai berenang-renang mencari makanan berupa alga. Insang yang digunakan untuk bernafas tersebut berada dibagian luar tubuhnya. Baru setelah 4 minggu, insang tersebut akan ditutupi oleh kulit dan lambat laun akan semakin masuk hingga berada di dalam tubuh. Insang pada kecebong pun lama-lama akan menghilang ketika sudah menjadi katak dewasa.
Pada tahap ini pula,  kecebong mulai memiliki gigi tipis yang mulai tumbuh. Setelah mencapai minggu ke 6 hingga ke 9, mulai terbentuk dua kaki depan dan dua kaki belakang. Selain itu, bentuk tubuh kecebong mulai memanjang. Dua hal ini adalah tanda bahwa kecebong siap bertransformasi menjadi katak. Pada minggu ke 9, kecebongyang memakan alga ini atau sebagai herbivore mulai memakan serangga-serangga yang jatuh ke perairan namun karena belum memiliki kemampuan  beruru kecebong masih tetap memakan alga.
  • Katak Muda
Pada minggu ke 12, kecebong sudah memiliki ekor tapi masih pendek. Pada periode ini, kecebong sudah bisa disebut katak muda karena transformasi tubuhnya mulai terlihat dan siap-siap menuju daratan meninggalkan perairan. Perubahan dari kecebong menjadi katak muda ini terjadi tidak hanya di bagian luar tetapi juga bagian dalamnya. Bagian insang yang sudah ditutupi oleh kulit sudah mulai menghilang dan digantikan oleh paru-paru. Pernapasan katak mulai menggunakan paru-paru dan setelah dewasa, katak juga dapat mengunakan lapisan kulitnya untuk bernafas. Kedewasaan katak juga ditandai dengan cara makannya yang berubah menjadi karnivora karena memakan serangga.
  • Katak Dewasa
Katak mencapai fase metamorfosis dewasa ketika mencapai umur 16 minggu. Ketika sudah benar-benar dewasa, katak sudah tidak memiliki ekor lagi. Katak dewasa adalah predator bagi serangga-serangga kecil. Katak dewasa aktif mencari makan di daratan. Pada fase ini, katak akan kembali ke air untuk melakukan perkawinan dengan lawan jenisnya sehingga siklus metamorfosis katak akan terulang dan seterusnya. 

Proses Metamorfosis pada Katak Penjelasan Lengkap - Demikian fase perkembangan metamorfosis sempurna pada katak. Dari 4 fase di atas sebenarnya kita dapat membaginya lagi menjadi beberapa sesuai dengan perkembangan organ tubuh serta menghilangnya organ tubuh katak pada fase awal.
Proses Metamorfosis pada Katak Penjelasan Lengkap | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar