Proses Metamorfosis Nyamuk Dan Penjelasan Lengkap

Proses Metamorfosis Nyamuk dan Penjelasan Lengkap - Bagaimana proses perkembangbiakan nyamuk? Semua orang pasti mengenal nyamuk. Hewan yang sangat mengganggu ketika kita tidur ini adalah salah satu serangga yang bermetamorfosis sempurna. Mungkin teman-teman ada yang pernah menemukan jentik-jentik kecil yang bergerak di kamar mandi atau genangan-genangan air teman-teman. Yak ini adalah salah satu fase perkembangan nyamuk. Di seluruh dunia, nyamuk tercatat memiliki 2700 spesies yang tergolong ke dalam order Diptera; genera termasuk Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culista, dan Haemagoggus.  Meskipun jumlah spesiesnya yang mencapai ribuan ini, tercatat spesies terbesar tidak mencapai ukuran lebih dari 15 mm.

Jika beberapa serangga atau hewan melakukan perkawinan dengan berdiam diri hingga telur dari betina dibuahi, lain halnya dengan nyamuk. Dengan menggunakan antenanya yang berfungsi sebagai organ pendengar, membantu mencengkeram nyamuk betina ketika melakukan perkawinan di udara. Perkawinan dilakukan di udara sambil terbang.

Proses pemilihan pasangan oleh nyamuk dilakukan dengan suara dengungan yang dihasilkan oleh kepakan sayapnya. Menurut hasil studi dari Cornell University di New York, Frekuensi suara yang dihasilkan dari kepakan sayap nyamuk berbeda-beda tiap ekornya. Nyamuk jantan mengeluarkan frekuensi suara berkisar dari 550-650 Hz sedangkan betina 350-450 Hz (atau kecepatan sayap per detik). Nyamuk dalam jumlah besar akan berkumpul dalam jumlah besar dan saling mengepakkan sayapnya dengan frekuensi dasar. Dengan cara ini, nyamuk-nyamuk tersebut akan saling menyocokkan harmonisasi lagu. Pejantan akan mengubah kecepatan sayapnya untuk menyocokkan dengan frekuensi nyamuk betina. Bila pasangan nyamuk ini cocok, mereka akan melakukan perkawinan. Hal inilah yang dilakukan untuk menyeleksi pasangan. Setelah melakukan perkawinan, nyamuk-nyamuk ini akan melepaskan telur-telurnya di tempat-tempat lembab sperti dedaunan yang lembab atau genangan air seperti bak mandi atau kaleng-kaleng bekas yang tergenan gair ketika setelah hujan. Sinilah siklus metamorfosis dimulai. Berikut rincian penjelasan proses metamorfosis nyamuk.

  • Telur
Setelah melakukan perkawinan dan telur dibuahi, nyamuk-nyamuk akan meletakkan telur-telur mereka di tempat lembab dan berair. Telur nyamuk tidak seperti telur-telur serangga atau hewan lain yang mati jika terkena suhu dingin. Justru telur nyamuk akan kering dan mati jika tidak terkena air dalam waktu tertentu. Hanya beberapa jenis nyamuk saja yang telurnya dapat bertahan di tempat kering dalam waktu yang lama seperti nyamuk aedes. Penentuan tempat untuk meletakkan telur ini dilakukan dengan menggunakan reseptor yang ada di perutnya sebagai sensor suhu. Panjang telur-telur ini kira-kira kurang dari 1 mm dan tersusun secara bergaris. Telur-telur ini akan melalui fase inkubasi (pengeraman) sebelum menetas sebagai Larva atau Jentik.
  • Larva/Jentik
Larva atau jentik nyamuk adalah fase lanjutan dari telur yang menetas setelah melewati masa inkubasi yang bervariasi tergantung dari jenis nyamuk dan musim. Pada musim dingin inkubasi terjadi secara sempurna. Setelah menetas, larva-larva tersebut akan berubah kulit sebanyak 2 kali. Selama menjadi Larva atau jentik, nyamuk akan mengalami beberapa fase sebelum memasuki fase berikutny. Fase tersebut disebut juga instar, yaitu instar pertama, instar kedua, instar ketiga, dan pada keempat, bulu-bulunya sudah lengkap. Masa waktu yang diperlukan selama menjadi larva adalah kurang dari satu minggu. Pertumbuhan jentik nyamuk berbeda-beda tergantung dari beberapa faktor, yaitu temperature, ketersediaannya makanan, predator, dan sebagainya.
  • Pupa
Stadium lanjutan dari metamorfosis nyamuk adalah pupa yaitu fase dimana jentik nyamuk berhenti mencari makan dan berada di dalam keadaan inaktif. Pada fase ini, pupa melakukan pembentukan sayap di dalam suatu cangkang yang menutupi seluruh badanya atau kepompong. Selama pembentukan sayap, pupa hanya memerlukan oksigen untuk bernafas melalui corong nafas yang berada di bagian permukaan air.  Waktu yang diperlukan oleh pupa kurang lebih 12 hari.
  • Dewasa
Setelah pembentukan 12 hari, pupa akan menetas sebagai nyamuk yang siap melakukan perkawinan dan mencari makanan berupa darah. Nyamuk jantan yang keluar dari kepompong pupa akan tetap berada di dekat sarang (breeding places) menunggu si betina keluar untuk melakukan perkawinan. Nyamuk jantan selalu keluar terlebih dahulu sebelum betina. Begitu betina keluar, si jantan akan mengawini betinanya. Setelah melakukan perkawinanm, si jantan akan membuahi telurnya. Betina akan beristirahat selama 1 sampai 2 hari. Baru setelah itu, si betina akan mencari darah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk zat putih telur. Inilah yang membedakan nyamuk jantan dan betina. Nyamuk jantan hanya memakan sari bunga, buah, atau cairan lain yang mengandung gula dan nutrisi. Sedangkan nyamuk betina membutuhkan darah untuk memberikan nutrisi untuk pembentukan zat putih telur. Nyamuk betina hanya akan melakukan sekali perkawinan selama hidupnya dan setelah meletakkan telur-telurnya di tempat lembab, nyamuk betina akan mati. Proses telur menjadi larva berbeda-beda tergantung temperatur dan kelembaban serta spesiesnya. Setelah itu telur akan menetas menjadi larva dan melukan siklus metamorfosis kembali dari awal.



Proses Metamorfosis Nyamuk Dan Penjelasan Lengkap | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar