Proses Metamorfosis Kupu-Kupu dan Penjelasan Lengkap


Kupu-kupu adalah serangga bersayap segitiga besar dan berwarna-warni.  Serangga terbang yang disukai oleh banyak orang ini adalah adalah salah satu makhluk hidup bermetamorfosis secara sempurna. Proses metamorfosis pada kupu-kupu cukup panjang dan lama.  Pada proses perkawinan kupu-kupu, mereka harus menemukan pasangannya terlebih dahulu untuk menemukan yang cocok. Seperti hewan lain, kupu-kupu pejantan harus memastikan apakah kupu-kupu betina sudah dibuahi atau sudah hamil.  Sedangkan kupu-kupu betina akan melepaskan zat feromon untuk memberitahu pejantan bahwa mereka telah dibuahi.

Begitu pejantan menemukan kupu-kupu betina yang cocok, yaitu kupu-kupu dengan spesies yang sama,  mereka akan melakukan pekawinan. Sepasang kupu-kupu jantan dan betina yang sedang melakukan perkawinan akan bertengger di daun atau permukaan lainnya membawa ujung perut. Hal ini akan berlangsung selama beberapa jam hingga spermatophore atau sel sperma dari pejantan membuahi sel telur betina. Selama perkawinan mereka tidak akan terbang sampai perkawinan selesai. Begitu sel telur telah dibuahi, ia akan siap untuk bertelur. Setelah melakukan perkawinan dan telur telah dibuahi oleh pejantan, kupu-kupa akan bertelur dan dari sinilah proses metamorfosis kupu-kupu dimulai. Berikut penjelasan lengkap tentang metamorfosis kupu-kupu.

  • Telur
Seekor kupu-kupu dapat menghasilkan lebih dari 500 telur yang biasanya diletakkan pada daun atau cabang yang dekat dengan makanan larva. Ukuran telur ini sangat kecil, kira-kira seukuran satu butir garam. Telur ini akan diletakkan di tampat yang aman dari sinar matahari, biasanya dibalik daun dengan cairan khusus seperti lem yang mereka hasilkan sendiri. Telur ini akan menetas dalam beberapa minggu atau bisa mencapai beberapa bulan tergantung jenis kupu-kupunya dan akan ditinggalkan begitu saja oleh induk kupu-kupu yang menghasilkan telur-telur tersebut.


  • Larva
Fase setelah telur menetas adalah menjadi larva (ulat).  Larva atau ulat yang menetas setelah beberapa minggu ini sangat rakus dalam mencari makan. Makanan pertama yang dimakan oleh ulat adalah sisa-sisa cangkang telurnya sendiri,karena terlur ulat mengandung banyak protein yang menunjang kehidupan ulat ketika masih di dalam telur. Selanjutnya, larva atau ulat ini akan terus menggerogoti setiap daun yang dilihatnya. Pertumbuhan ulat sangat cepat seiring dengan nafsu makannya yang terus bertambah. Hal ini dikarenakan ulat sedang mempersiapkan diri untuk menjalani tahap selanjutnya, yakni kepompong atau pupa.
Pada tahap berikutnya, larva ulat akan terus tumbuh semakin dewasa dan ukurannya juga akan membesar. Seiring dengan pertumbuhan ukuran tubuhnya, kulit larva tidak ikut tumbuh seperti hewan lainnya. Sehingga, ulat akan berganti kulit untuk melindungi badannya yang semakin membesar. Proses pergantian kulit atau molting ini akan berlangsung hingga 4 sampai 6 kali. Setelah mencapai kedewasaan yang cukup, ulat akan mencari tempat aman untuk menjadi kepompong.
Setelah menemukan tempat yang cocok untuk menjadi kepompong, ulat akan mengeluarkan alas seperti benang-benang sutra dari mulutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya dan menggantung terbalik.
  • Kepompong
Kepompong ini adalah pergantian kulit terakhirnya dan tidak akan berganti kulit lagi setelah mencapai tahap akhir berupa kupu-kupu. Ulat yang telah mengumpulkan banyak energi dengan memakan daun sebanyak-banyaknya ini akan mulai menempel pada pohon dan mengeluarkan krisalis lembut yang nantinya akan menutupi seluruh bagian tubuhnya. Ada dua jenis kepompong pada kupu-kupu, yaitu kepompong yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh benang sutera dan jenis kepompong yang sebagian tubuhnya ditutupi oleh daun yang dibungkus dan dilekatkan oleh benang sutera. Tahap ini biasanya berlangsung selama dua belas hari.
Selama di dalam kepompong, larva akan melepaskan enzim yang akan mencerna seluruh bagian tubuhnya sendiri. Sehingga di dalam tubuh kepompong terdapat banyak zat nutrisi yang berguna untuk perkembangan menjadi kupu-kupu. Selama tahap ini, kepompong akan mengalami penghancuran diri. Sel embrio yang sudah ada pada tubuh ulat yang menjadi kepompong ini akan menggunakan nutrisi untuk membentuk jaringan tubuh yang berbeda. Sehingga dari transformasi ini akan terbentuk kaki, antenna, sayap dan organ kupu-kupu lainnya.
  • Kupu-kupu
kupu-kupu adalah tahapan terakhir dari metamorfosis. Stelah kepompong menetas, kupu-kupu pun keluar dengan ukuran sayap yang kecil dan basah menempel pada cangkang. Kupu-kupu akan secara perlahan keluar dari cangkang kepompong  sambil dipompa oleh cairan hemolymph yang berfungsi untuk membantu pembesaran tubuh dan sayap kupu-kupu. Sayap kupu-kupu yang basah tersebut akan perlahan-lahan mengering. Sehingga seiring dengan pembesaran sayap kupu-kupu oleh cairan hemolymph, sayap tersebut juga akan mengering dan siap terbang setelah satu jam penetasan.

Kupu-kupu yang siap terbang tersebut akan tumbuh menjadi kupu-kupu dewasa dalam waktu 4-5 minggu dan siap melakukan perkawinan. Baru setelah itu siklus metamorfosis akan dimulai kembali dari awal.
Proses Metamorfosis Kupu-Kupu dan Penjelasan Lengkap | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar