Pengertian Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Sebuah Cerpen Atau Novel



Pernahkan teman-teman membaca sebuah novel atau cerpen? Tahukah teman-teman bahwa di dalam sebuah cerpen atau novel terdapat unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik. Apabila teman-teman pernah membaca novel lascar pelangi karya Andrea Hirata pasti teman-tema tau siapa saja tokoh-tokoh di dalam cerita, atau teman-teman tau di dimana lokasi pantai tempat anak-anak laskar pelangi biasa bermain sepulang sekolah. Lantas apa pesan moral yang dapat teman-teman ambil dari dalam cerita. Hal ini penting dibahas jika teman-teman ingin menjadi seorang penulis. Apakah teman-teman punya keinginan menjadi penulis novel? Lantas apa itu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik sebuah novel atau cerpen? Unsur Intrinsik adalah unsur-unsur yang dapat ditemukan setelah membaca isi novel setelah dianalisis. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang mempengaruhi pengarang dalam penulisan novel yang terdapat dari luar novel itu sendiri. Lantas apa saja unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik dari sebuah novel? Berikut penjelasannya.


Dalam sebuah novel atau cerita pendek ada unsur dari luar dan dari dalam novel yang mempengaruhi penulisannya. Unsur intrinsik atau unsur dari dalam dari sebuh novel atau cerpen adalah sebagai berikut.

1.    Tokoh dan karakter tokoh
Unsur pelaku di dalam cerita atau orang yang diceritakan di dalam cerita baik itu tokoh utama (Protagonis), tokoh penentang tokoh utama (Antagonis), dan tokoh pendukung tokoh utama (tritatognis) adalah unsur penting di dalam novel atau cerita pendek karena unsur ini yang menyampaikan pesan kepada pembaca. Tanpa unsur ini bagamana mungkin penulis bisa menyampaikan pandangan-pandangannya terhadap pembaca.
Selain dari tokoh di dalam cerita, karakter tokoh di dalam cerita juga merupakan unsur penting yang hadir di dalam cerita. Bagaimana sifat-sifat dan watak para tokoh di dalam cerita merupakan unsur intrinsik dari novel atau cerpen. Tokoh protagonist atau tokoh utama biasanya merupakan tokoh yang berperilaku baik di dalam cerita. Sedangkan tokoh antagonis atau tokoh penentang tokoh utaman adalah tokoh yang berperilaku jahat. Sementara tokoh tritagonis atau tokoh pembantu adalah tokoh yang membantu tokoh protagonist dan biasanya mengikuti tokoh utama berperilaku baik.
Dalam hal penokohan atau perwatakan, ada 2 teknik dalam menampilkan watak tokoh, yaitu melalui teknik analitik dan teknik dramatic. Teknik analitik adalah teknik menampilkan karakter tokoh dengan menyebutkan secara langsung. Sedangkan teknik dramatic adalah menampilkan karakter tokoh secara tidak langsung.

2.    Latar (setting)
Tempat, waktu, dan ingkungan sosial yang ada di dalam cerita merupakan latar atau setting yang menjadi salah satu unsur intrinsik dari novel atau cerpen. Latar memberikan gambaran realistis kepada pembaca sehingga pembaca dapat membayangka seolah-olah mereka berada di dalam peristiwa yang sebenarnya. Suasana yang dapat diciptakan di dalam sebuah cerita mempunyai peranan penting dalam suksesnya sebuah novel atau cerpen menarik perhatian pembaca.

3.    Alur (Plot)
Alur adalah urutan rangkaian peristiwa yang terjadi di dalam cerita novel dari awal sampai akhir. Bukan hanya rangkaian peristiwa yang disajikan dengan urutan waktu tertentu saja tapi juga penjelasan mengapa hal itu bisa terjadi. Pola alur atau jalan cerita membuat cerita menjadi berkesinambungan. Dalam pengaturan alur, pengarang dapat menyusunnya dalam dua cara,
a.    Penyusunan alur cerita secara berurutan dari awal sampai akhir.
•    Menggambarkan keadaan dan memperkenalkan tokoh (Situation)
•    Mulai memperkenalkan peristiwa-peristiwa (Generating Circumtanses)
•    Peristiwa mulai memuncak (Rising Action)
•    Peritiwa memasuki titik puncak (Klimaks)
•    Penulis mulai memberikan pemecahan masalah (Denuoument)

b.    Penyusunan rangkaian peristiwa tidak secara berurutan. Rangkaian peristiwa di dalam novel atau cerpen dapat disusun tidak berdasarkan urutan waktu. Penulis dapat memulai peristiwa dari waktu sekarang lalu mundur atau flash back ke masa lalu dan bisa kembali lagi ke waktu lebih awal. Hal ini disebut alur mundur.
Tahapan-tahapan alurnya adalah perkenalan, penanjakan, klimaks, puncak klimaks, dan anti klimaks atau penyelesaian.

4.    Sudut Pandang (Point of View)
Kedudukan atau posisi pengarang dalam membawakan cerita disebut juga sudut pandang. Dengan adanya sudut pandang, kita bisa menentukan posisi kita sebagai penulis. Kepada siapa novel tersebut  diceritakan dapat kita jawab dengan melihat sudut pandang kita sebagai penulis. Beberapa sudut pandang di dalam novel atau cerpen adalah sudut pandang oran pertama (penulis menggunakan kata sudut pandang aku untuk memposisikan dirinya di dalam novel), dan sudut pandang orang peninjau (orang ketiga, penulis memposisikan dirinya sebagai orang lain di dalam cerita, kata ganti yang digunakan adalah dia, atau ia).

5.    Gaya Bahasa
Penggunaan kalimat, pemilihan kata, penghematan kata, penggunaan majas merupakan seni yang diperlukan dalam penulisan cerita novel ataupun cerpen dalam penyajian sebuah karya.

6.    Tema
Tema adalah ide cerita yang mendasari keseluruhan isi cerita. Hal ini juga disebut sebagai pokok persoalan. Tema biasanya diambil dari pengamatan pengarang terhadap kehidupan sehari-hari. Seorang pembaca hanya dapat mengetahui tema jika sudah membaca keseluruhan isi novel atau cerpen.

7.    Nilai Moral
Nilai moral adalah pesan yang bersifat positif maupun negative yang ingin disampaikan oleh penulis,  baik secara langsung atau implisit. Biasanya nilai moral disampaikan melalui pemecahan masalah yang ada di dalam cerita.

Unsur ekstrinsik sebuah novel atau cerpen adalah unsur-unsur yang mempengaruhi penulisan sebuah karya novel atau cerpen yang berada di luar karya sastra tapi secara langsung mempengaruhi penulisannya. Unsur-unsur ekstrinsik sebuah karya novel atau novel adalah sebagai berikut.
1.    Keadaan subjektifitas pengarang yang menyangkut sikap, keyakinan, dan pandagan hidup pengarang.
2.    Latar belakang tujuan penciptaan novel atau cerpen tersebut.
3.    Kondisi masyarakat pengarang seperti keadaan ekonomi, pendidikan, politik, serta selera masyarakat.
4.    Keadaan psikologis pengarang yang berupa kecerdasan atau kreatifitas pengarang.
Demikian pengetahuan tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam sebuah novel atau cerpen. Setelah membaca artikel ini pasti teman-teman bisa menganalisis sendiri unsur-unsur dari novel yang teman-teman baca. Atau apabila teman-teman ingin mencoba menulis novel bisa mempertimbangkan isi artikel ini dalam penulisannya.

Pengertian Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Sebuah Cerpen Atau Novel | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar