Pengertian, Dan Penjelasan Sistem Hormon Pada Manusia

Pengertian, Dan Penjelasan Sistem Hormon Pada Manusia - Permasalahan ketidakseimbangan hormon adalah masalah seluruh orang di dunia. Masalah seperti terhambatnya pertumbuhan seorang anak, kesuburan, serta obesitas adalah contoh masalah yang disebabkan karena ketidakseimbangan hormon. Hal ini dikarenakan hormon membantu membawa sinyal dari satu sel ke sel lainnya. Berbagai kelenjar di hormon memainkan peranan penting dalam menjaga kesehatan di keseluruhan tubuh.

Hormon yang tidak seimbang sering sekali dialami oleh wanita. Ketika mengalami perubahan hormon, yaitu ketika masa pubertas, menstruasi, kehamilan, melahirkan, menyusui, dan menopaus, wanita menghadapi efek ketidakseimbangan hormon. Ketidakseimbangan ini mengakibatkan kerusakan kesehatan tubuh kita. Ketika berada  di dalam proporsi yang tepat, hormon membantu  memelihara kesehatan, memelihara kondisi mood yang baik, serta dapat membuat kita awet muda.
Hormon mengontrol fungsi sistem kekebalan tubuh, sistem pencernaan, sistem saraf, reproduksi, metabolism tubuh, perlilaku dan lain-lain. Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu ketika ada rangsangan yang sesuai dengan fungsi hormon tersebut seperti untuk mengatur metabolism, pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, dan tingkah laku. Jumlah hormon yang diproduksi tersebut sangat sedikit. Setelah diproduksi, hormon tersebut akan diangkut oleh darah menuju ke sel, jaringan, atau organ yang membutuhkan. Dengan hormon tersebut setelah dipengaruhi enzim khusus, organ mengatur berbagai kegiatan seperti metabolism, reproduksi, pertumbuhan, dan perkembangan.

Berdasarkan letaknya, kelenjar yang berfungsi menghasilkan hormon dibedakan menjadi kelenjar hipofisi, kelenjar gondok, kelenjar anak gondok, kelenjar pancreas, kelenjar gonad, kelenjar timus, kelenjar gonad dan kelenjar adrenal. Berikut penjelasan tentang kelenjar penghasil hormon beserta fungsinya.

  • Kelenjar Pineal
Kelenjar pineal adalah kelenjar yang berfungsi mempengaruhi pigmentasi warna kulit dan mengatur jam biologis. Kelenjar pineal tersusun dari sekumpulan massa jaringan kecil di dekat pusat otak mamalia. Letak dari kelenjar ini kira-kira berada hampir di permukaan otak. Produksi hormon melatonin yang di produksi oleh kelenjar pineal ini dipengaruhi oleh cahaya. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pineal akan diproduksi ketika kita berada dalam intensitas cahaya yang rendah. Oleh sebab inilah waktu yang tepat menghasilkan hormon melatonin biasanya ketika sedang tidur dengan keadaan lampu dimatikan.
  • Kelenjar Hipotalamus
Hipotalamus bukan merupakan kelenjar namun sering disebut kelenjar karena fungsinya yang mengatur kinerja sebagian besar kelenjar. Hipotalamus adalah bagian dari otak yang letaknya di atas batang otak berbentuk kerucut dengan ukuran yang kecil. Fungsi dari kelenjar ini adalah mengatur hubungan sistem syaraf dan sistem endokrin melalui kelenjar hipofisis.
Kelenjar hipotalamus menerima sinyal dar sistem syaraf dan kemudian hipotalamus mengirimkan pesan-pesan pada kelenjar hormon lain yaitu pada hormon pituitary sesuai dengan kondisi lingkungan. Hipotalamus berperan sebagai perantara integrasi sistem hormonal dan sistem syaraf


  • Kelenjar Pituitari atau Hipofisis
Kelenjar hipofisis berada di bawah hipotalamus dengan ukuran kecil dan berfungsi sebagai organ endoktrin. Kelenjar hipofisis juga berngsi sebagai pengatur beberapa kelenjar lain, sehingga disebut juga sebagai master of gland.  Berkerja sama dengan hipotalamaus, kelenjar hipofisis mengontrol kelenjar endokrin lainnya yang memiliki banyak fungsi bagi tubuh. Beberapa fungsi hormon yang dilepaskan oleh kelenjar pituitary atau hipofisis diantaranya adalah mengatur fungsi kekebalan tubuh, metabolisme, manajemen stress, kadar gula darah, tekanan darah, dan tanggapan anti inflamasi. Fungsi ini dihasilkan ketika kelenjar hipofisis mengeluarkan hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang dapat merangsang korteks adrenal untuk memproduksi kortisol. Kortisol tersebutlah yang diperlukan dalam menghasilkan fungsi – fungsi di atas.  Fungsi selanjutnya adalah mengeluarkan hormon thyroid – stimulating hormone (TSH). Hormon ini berfungsi sebagai perangsang kelenjar tiroid yang berfungsi untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Fungsi yang selanjutnnya adalah hormon pertumbuhan yang digunakan untuk merangsang pertumbuhan dan reproduksi sel, dan regenerasi pada manusia dan juga digukan oleh hewan. Hormon selanjutnya yang dihasilkan oleh hiposis adalah hormon luteinizing hormone (LH). Hormon inilah yang pada wanita, memicu peluncuran ovarium. Sedangkan pada pria, hormon ini berfungsi mengontrol produksi testosterone yang diperluka untuk produksi sperma.
  • Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid berada di depan leher tepat di bawah jakun. Kelenjar ini berbentuk kupu-kupu dan terdiri dari dua lobus yang terletak di kedua sisi tenggorokan. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid dan melepaskannya ke aliran darah. Hormon tiroid inilah yang turut mengatur tingkat metabolisme tubuh, fungsi jantung, pencernaan, kontrol otot, perkembangan otak, dan pemeliharaan tulang.
Hormon tiroid ini akan dihasilkan seseuai kebutuhan apabila ketersediaan yodiam dari makanan tercukupi.  Namun apabila kelenjar ini mengalami kerusakan, biasanya kelenjar tiroid terlalu aktif atau kurang aktif dalam memproduksi hormon tiroid, penyakit yang timbul adalah penyakit gondok atau pembesaran kelenjar tiroid. Dan apabila kekurangan biasanya dampak yang timbul adalah penurunan tingkat metabolisme, sehingga gejala yang timbul adalah kelelahan, tidak mampu menahan suhu dingin, denyut jantung rendah, nafsu makan berkurang dan masih banyak lagi.
  • Kelenjar Paratiroid
Kelenjar paratiroid adalah penghasil parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah. Kelenjar paratiroid disebut juga kelenjar anak gondok karena menempel pada kelenjar tiroid atau kelenjar gondok. Kekurangan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar paratiroid dapat mengakibatkan kekurangan kadar kapur dalam darah, kejang di kaki dan tangan, jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal, gelisah, dan kesemutan.
Sistem kerja kelenjar ini adalah dengan mengambil simpanan kalsium di dalam tulang. Ketika asupan kalsium di dalam darah berkurang, paratiroid akan mengambil cadangan kalsium di dalam tulang sehingga bila dibiarkan, akan terjadi osteoporosis atau pengeroposan tulang.
  • Kelenjar Timus
Kelenjar timus berfungsi menghasilkan hormon yang menjaga kekebalan tubuh manusia. Kelenjar timus berada di daerah dada bagian atas di bawah sternum atau lubang dada dan berwarna abu-abu merah muda. Kelenjar timus akan mengalami penyusutan seiring bertumbuhnya manusia. Pertumbuhan kelenjar timus hanya sampai pubertas. Selanjutnya, timus akan mengalami penyusutan.
Sel yang di produksi oleh timus berfungsi meningkatkan sistem kekebalan anak. Timus memproduksi dan memproses limfosit atau sel darah putih (leukosit).  Sel-sel darah putih ini adalah sistem kekebalan tubuh dan berfungsi melindungi tubuh dengan memproduksi antibody dari sel-sel asing, bakteri, dan virus yang merusak tubuh manusia. 
  • Kelenjar Pankreas
Hormon insulin dan glucagon yang dihasilkan oleh kelenjar pancreas menkonversi glukosa darah dan menjadikannya sebagai cadangan energi, membantu pencernaan makanan. Gangguan pada kelenjar ini dapat berakibat sangat buruk bagi kesehatan. Pankreakritis, kanker pancreas, cystic fibrosis dan diabetes adalah penyakit yang diakibatkan karena kekurangan hromon yang dihasilkan pancreas. 
  • Kelenjar Adrenal
Hormon yang diproduksi oleh kelenar adrenal adalah hormon kortisol dan adrenalin. Letak dari kelenjar ini berada di atas ginjal dan terbagi menjadi dua bagian, yaitu medulla dalam (inner medulla) dan korteks luar (outer cortex). Bagian medulla menghasilkan epinefrin (adrenalin) sedangkan korteks luar menghasilkan kortisol.
Hormon adrenalin yang dilepaskan oleh medulla ini berfungsi untuk meningkatkan denyut jantung dengan berkerja sama dengan sistem syaraf. Biasanya adrenalin dilepaskan ketika kita melihat situasi bahaya atau keadaan darurat. Sedangkan hormon kortisol berfungsi sebagai hormon stres. Hormon kortisol mengembalikan keseimbangan tubuh selama mengalami stress.
  • Kelenjar Gonad
Fungsi kelenjar gonad berbeda pada wanita dan laki-laki. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar gonad adalah estrogen, progesterone, dan testis.
Estrogen adalah hormon yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan endometrium atau ciri-ciri seks pada wanita sperti pembesaran pinggul, pertumbuhan rambut di area intim, pertumbuhan sel lemak, dan suara melengking. Sedangkan hormon progesterone berfungsi untuk menjaga dinding Rahim untuk persiapan implantasi embrio jika terjadi pembuahan. Yang terakhir yaitu pada testis, diproduksi hormon testoteron yang berfungsi merangsang pembentukan sperma dan memunculkan ciri seks pria, seperti tumbuhnya jakun, pertumbuhan sel otot, pertumbuhan rambut di area intim dan suara membesar.
Pengertian, Dan Penjelasan Sistem Hormon Pada Manusia | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar