Pengertian dan Contoh Tumbuhan Akar Serabut


Salah satu gerakan atau pertumbuhan pada tumbuhan adalah gerakan pada akar. Bukan hanya daun dan batangnya saja yang dapat bergerak dan terus tumbuh, akar tumbuhan juga dapat tumbuh menuju ke bawah mengikuti grafitasi atau ke permukaan tanah sebagai akar hisap. Salah satu bagian terpenting dari tanaman ini memiliki fungsi yang cukup penting bagi keseluruhan bagian tanaman. Selain sebagai sarana penyerap sari makanan dari tanah, tumbuhan juga merupakan penyokong bagi kuatnya tumbuhan tersebut berdiri. Selain memperkokoh bagian atas tanaman, akar inipun mempunyai  banyak fungsi makhluk hidup lainya seperti mencegah erosi tanah dari air hujan yang mengalir. Sehingga tanaman lain yang berada di daerah yang kontur tanahnya miring tidak akan mudah terkikis oleh air.

Namun Kekuatan dari akar tanaman untuk memperkokoh tergantung dari jenis akar yang merambat. Ada dua jenis akar berdasarkan bentuknya yaitu akar tunggang yang memiliki satu akar besar yang merupakan kelanjutan dari batang dan akar serabut yang terdiri dari akar yang menggerombol  dan berperan menggantikan  akar tunggang yang tidak berkembang. Sedangkan akar yang mampu menahan tanah dari kikisan air adalah akar serabut. Akar serabut adalah akar yang tumbuhnya dari pangkal batang  dan menggerombol menggantikan akar tunggang yang tidak berkembang. Sementara akar utama yang tidak berkembang pada jenis tumbuhan ini justru tidak memiliki akar primer karena ketika akar samping mulai tumbuh, akar primer justru akan mengecil.

Tumbuhan yang memiliki akar serabut pada umumnya adalah tumbuhan monokotil atau tumbuhan yang berbuah biji satu. Selain itu, akar serabut juga dimiliki oleh tanaman yang dikembangbiakan dengan cara mencangkok. Dan karena kekuatan akarnya mencegah erosi, tumbuhan cangkok ini sering ditanam untuk mencegah erosi tanah. Selain itu juga, pada umumnya jenis akar serabut ini dimiliki oleh tumbuhan yang memiliki bentuk tulang dan daun menyirip. Kebanyakan tumbuhan yang memiliki jenis akar ini adalah tumbuhan berbunga.  Tumbuhan yang memiliki akar serabut di antarnya tanaman jagung, pisang, kelapa, tebu, padi, pinang, palem, papaya, salak, anggrek, serai, sawit, lili, pinus, dan masih banyak lagi.

Salah satu dari tanaman yang memiliki akar serabut adalah kelapa sawit. Akar serabut kelapa sawit tumbuh  lurus ke bawah dan ke samping dengan percabangan  membentuk anyaman rapat dan tebal. Sebenarnya kelapa sawit tumbuh memiliki akar tunggang, namun pada kelapa sawit pada pembibitan awal pre-nursery akar tersebut biasanya mati setelah dua minggu dan digantikan oleh akar serabut yang tumbuh selanjutnya. Akar-akar tebal tersebut mampu tumbuh hingga kedalaman 8 meter di dalam tanah. Sedangkan akar yang tumbuh menyamping akan mencapai 16 meter tergantung pemeliharaan dan kondisi tanah.

Contoh lain tumbuhan yang memiliki akar serabut adalah tanaman pisang. Akar tanaman pisang biasanya dapat mencapai kedalaman 150 hingga 200 cm ke dalam tanah. Namun panjang akarnya bisa mencapai panjang 4-5 meter. System perakarannya umumnya tumbuh dari bongo (corm) bagian samping dan bawah.  Contoh selanjutnya adalah akar seraput pada pohon kelapa. Akar serabut pada pohon kelapa merupakan akar serabut yang paling kuat. Saking kuatnya, dapat menahan pohon yang tingginya bisa mencapai 30 meter dari terjangan angina dan badai. Dengan diameter batang yang hanya mencapai kurang lebih 30 cm, sebarang akarnya bisa mencapai 2,25 m2 bahkan bisa lebih atau 32 kali luas batannya. Persebaran akar pohon kelapa mengarah ke segala arah dengan panjang dapat mencapai kurang lebih 100 meter dan merupakan akar terpanjang dari semua jenis pohon. Dengan jumlah serabut dan panjangnya yang  dapat mencapai 100 meter tersebut, akar pohon kelapa dapat menyerap unsur hara dalam jumlah yang besar.

Demikian pengertian tentang akar serabut serta contoh dan penjelasannya.  Dari penjelasan tersebut kita dapat memahami banyak hal tentang tumbuhan dan bagian-bagiannya. Semoga artikel ini dapat menambah pemahaman teman-teman dan mudah dimengerti.
Pengertian dan Contoh Tumbuhan Akar Serabut | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar