Pengertian dan Contoh Metamorfosis Lalat dari Telur ke Dewasa



Teman-teman biologi, pernahkah terfikirkan oleh teman-teman tentang binatang kecil hitam dan bisa terbang yang sering mengganggu makan siang teman-teman. Siapa lagi kalau bukan lalat? Pernahkah teman-teman berfikir bagaimana kehidupan lalat ketika tidak sedang mengganggu teman-teman. Pernahkah teman-teman melihat belatung yang seringkali memakan bangkai atau sisa makanan di kotak sampah-kotak sampah dan seringkali membuat orang yang melihatnya merasa jijik. 

Mereka bukanlah seperti kita yang berkembangbiak dengan cara hamil kemudian terlahir sebagai bayi kemudian tumbuh dewasa seiring waktu asalkan dirawat oleh orang tuanya hingga memasuki sebuah sekolah dan akhirnya menjadi seorang insinyur atau dokter. Lalat punya cara sendiri untuk berkembangbiak. Pernahkah teman-teman mendengar istilah metamorphosis?

Perubahan pada suatu makluk hidup dari telur hingga menjadi dewasa melalui tahapan morfologi, anatomi atau fisiologis atau disebut metamorphosis. Salah satu cara berkembang biak pada binatang atau serangga ini seringkali dikaitkan dengan perubahan pada manusia dari suatu karakter hingga karakter lain yang lebih dewasa setelah melalui tahapan hidup. Namun metamorphosis yang dikhususkan untuk binatang adalah perubahan dari telur, menuju larva atau nimfa, pupa, hingga menjadi imago atau dewasa. Berikut penjelasan dari masing-masing tahapan berikut.

  1. Larva  atau tahapan setelah telur adalah bentuk hewan muda setelah telur yang berkembang melalui metamorphosis pada serangga atau hewan. Yang membuat larva unik dari hewan pada umumnya adalah karena larva memiliki organ yang tidak dimiliki oleh organ tubuh pada saat fase dewasa dan sebaliknya. Selain itu juga larva biasanya memiliki aktifitas mencari makanan yang tinggi dan pergantian kulit hingga mencapai dua atau tiga kali sebelum menuju fase berikutnya.
  2. Jika larva melakukan aktifitas makan sebanyak-banyaknya, pupa justru akan berpuasa dan berhenti beraktifitas. Pupa adalah fase untuk larva mencari tempat berlindung dan membentuk eksoskleton atau kepompom atau disebut juga dengan kokon. Pupa melakukan pembentukan organ-organ dan bentuk pada tubuh dewasa melalui metabolism. Setelah melalui tahap ini, pupa akan berubah menjadi bentuk dewasa mulai dari bentuk luar dan organ-organnya.
  3. Setelah melalui beberapa hari, pupa yang melakukan semedi atau puasa dan tidak melakukan aktifitas apapun ini akan menjadi binatang atau serangga yang dewasa yang memiliki organ tubuh yang lengkap. Fase dewasa atau imago ini mulai memasuki habitat yang berbeda dari larva. Pada fase ini, serangga atau binatang akan memasuki fase reproduksi atau perkawinan. Serangga atau hewan jenis ini mulai mencari pasangan dan melakukan perkawinan hingga akhirnya memproduksi ratusan telur. Setelah melakukan reproduksi beberapa kali, hewan ini biasanya memiliki umur yang pendek sehingga telur-telur yang telah diproduksi akan mengulangi fasi dari awal hingga dewasa dan terus berulang.
Penjelasan di atas adalah fase-fase yang dialami pada pada beberapa jenis hewan dan sebagian besar serangga. Salah satu hewan yang melakukan metamorphosis seperti di atas adalah lalat. Lalat mengalami fase metamorphosis sempurna karena melakukan semua fase perkembangan ketika metamorphosis. Berikut penjelasan metamorphosis pada lalat.
  • Telur
Fase pertama adalah fase telur yang diletakkan di tempat-tempat yang terdapat banyak makanan bagi larva atau fase berikutnya dari telur. Biasanya tempatny berada di tempat-tempat sampah atau tempat kotor yang gelap. Tumpukan telur-telur ini hanya memerlukan waktu kurang dari 24 jam sebelum menjadi larva atau belatung yang siap mencari makan sebanyak-banyaknya.
  • Larva
Setelah melakukan penetasan, telur-telur tersebut berkembang menjadi larva atau sering juga disebut maggot atau belatung. Pada tahap inilah seperti yang sering teman-teman lihat di tumpukan-tumpukan sampah, larva atau belatung ini akan memakan sisa-sisa makanan yang membusuk untuk mengumpulkan energi menuju fase berikutnya. Pada tahap ini juga belatung melakukan pergantian kulit hingga 2 atau 3 kali. Selama 2 atau tiga hari, larva lalat akan bertambah ukurannya hngga 2 kali lipat dari ukuran awal.
  • Pupa
Pada fase ini, larva yang telah melakukan pergantian kulit hingga sebanyak 3 kali ini akan mencari tepat gelap untuk bersembunyi selama ia menjadi pupa. Selama periode waktu ini, pupa memiliki eksosleton yan gkeras kecoklatan disebut dengan kokon. Pupa akan berhenti melakukan aktifitas makan namun melakukan proses metabolisme. Pupa akan mulai mempunyai kaki-kaki dan sayap pada hari ke 3 hingga hari ke 6. Setalah itu pupa akan menetas menjadi lalat dewasa yang berbeda dari bentuk awal.
  • Lalat Dewasa
Pada fase dewasa, lalat akan sangat berbeda sekali dari fase-fase awal. Lalat yang sudah memiliki kaki-kaki dan sayap yang lengkap akan aktif mencari makanan dan terbang mencari pasangan untuk melakukan perkawinan. Lalat dewasa setelah berubah dari pupa akan melakukan reproduksi dan menghasilkan telur hingga 900 selama hidupnya sebelum mati dalam 21 hari. Setelah itu, telur-telur yang dihasilkan akan melakukan fase awal pada lalat dan mengulangi siklus-siklusnya. 

Demikian penjelasan mengenai metamorphosis dan tahapan-tahapannya dari telur hingga menjadi dewasa serta contoh metamorphosis lalat. Semoga dari artike ini, teman-teman dapat menambah pengetahuan serta wawasanya.
Pengertian dan Contoh Metamorfosis Lalat dari Telur ke Dewasa | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar