Pengertian Dan Contoh Kalimat Efektif Lengkap

Apa saja syaratnya agar suatu tulisan dianggap baik? Selain penggunaan tanda bahasa yang baik dan benar, penggunaan kalimat efektif juga diperlukan dalam pembuatan karya tulis. Lalu apa itu kalimat efektif? Liat contoh-contoh kalimat efektif berikut dan pembahasanny
  • Kalimat Efektif dalam Kesepadanan
Salah satu syarat kalimat efektif adalah adanya kesepadanan struktur,yaitu keseimbangan antara ide dan struktur bahasa. Hal ini dapat ditunjukan dengan adanya unsur-unsur kalimat seperti subjek, predikat.
    • Dalam pertemuan dengan kepala daerah itu menghasilkan banyak rencana pembangunan desa.
    • Di dalam rapat sekolah tersebut meneriakkan penghematan dana sekolah.
    • Ayah berangkat ke Jogja menemui Paman, kemudian berangkat ke Bandung menemui sepupu.
Pada contoh kalimat a dan b seharusnya tidak menempatkan preposisi atau kata depan di awal kalimat agar membentuk kalimat yang efektif. Karena dengan adanya preposisi di awal kalimat dan bertemu dengan kata kerja yang berawalan meng- membuat subjeknya tidak jelas. Seharusnya kita menghilangkan preposisi “dalam” sehingga menjadi seperti berikut pertemuan dengan kepala daerah itu menghasilkan banyak rencana pembangunan desa. Begitu juga dengan kalimat b.
Selain itu juga kita bisa merubah kata kerja menghasilkan menjadi kata pasif sehingga menjadi dalam pertemuan dengan kepala daerah itu, dihasilkan banyak rencana pembangunan desa. Dengan cara ini,kalimat tersebut menjadi sepadan karena kata depan di awal bertemu dengan awalan di.
Pada contoh kalimat c, kalimat mengunakan predikat yang sama dua kali. Seharusnya, kita bisa menghemat kata dengan merubahya seperti berikut Ayah berangkat ke Jogja menemui Paman, kemudian ke Bandung menemui sepupu.


  • Kalimat Efektif dalam Keparalelan Bentuk
Selain dari kesepadanan, keparalelan bentuk juga bisa dipertimbangkan dalam membentuk kalimat efektif. Keparalelan bentuk adalah kesamaan bentuk bagian-bagian, jika kata pertama berbentuk verba, kata berikutnya verba, jika kata pembentuk pertama menggunakan afiks meng- kata berikutnya juga menggunakan meng-. Untuk lebih jelasnya lihat contoh kalimat efektif keparalelan bentuk berikut.
    • Langkah terakhir penyelesaian pengerjaan rumah ini tinggal pengecatan tembok, pemasangan keramik, dan penataan taman.
    • Dani memiliki hobi memancing, bermain basket, dan game komputer.
    • Korban peledakan bom bunuh diri di Paris dibawa kerumah sakit dan menerima obat.
Contoh kalimat efektif a sudah memiliki keparalelan bentuk karena telah memiliki objek yang sama menggunakan afiks pe-. Sedangkan pada contoh kalimat b, seharusnya memiliki kata yang sama sehingga membentuk kalimat seperti berikut Dani memiliki hobi memancing, bermain basket, dan bermain game komputer. Selanjutnya pada contoh kalimat c, tidak paralel karena tidak sama kata pembentuknya.  Seharusnya kalimatnya menjadi korban peledakan bom bunuh diri di Paris dibawa kerumah sakit dan diberikan obat.
  • Kalimat Efektif dengan Kehematan Kata
Kehematan kata adalah mengunakan kata-kata seperlunya dengan tidak melakukan pengulangan kata yang tidak perlu, mengindari unsur yang sama pada kalimat majemuk, dan penjamakan kata pada kata jamak. Berikut contoh kalimatnya dan penjelasannya.
    • Abdul tidak ingin adiknya tau dia sakit dan dia juga tidak ingin adiknya tau dia belum makan.
    • Fajar adalah penggemar buah-buahan, apple, mangga, jeruk, dan anggur.
Pada kalimat tersebut seharusnya kita bisa melakukan penghematan kata sehing membentuk kalimat seperti beriktu.
    • Abdul tidak ingin adiknya tau dia sakit dan belum makan.
    • Fajar adalah penggemar buah apple, mangga, jeruk, dan anggur.
  • Kalimat Efektif dengan Kelogisan
Kalimat logis adalah kalimat yang makna dan strukturnya mudah dipahami dan masuk akal. Berikut adalah contohnya.
    • Saya mengajar kimia di sekolah.
    • Untuk sambutannya, waktu dan tempat saya persilahkan.
Dari contoh kalimat tersebut, kita dapat melihat kalimat yang maknana janggal atau tidak tepat. Contoh a tidak masuk akal karena objek kimia tidak tepat. Seharusnya kalimat tersebut menjadi seperti berikut, Saya mengajar murid-murid kimia di sekolah atau saya mengajarkan kimia disekolah. Sedangkan contoh b tidak masuk akal karena contoh b memberikan kesempatan kepada waktu dan tempat. Seharusnya memberikan objek orang sehingga kalimatnya menjadi seperti berikut untuk sambutannya, bapak camat saya persilahkan naik ke panggung.

Demikian contoh-contoh kalimat efektif serta penjelasannya. Artikel ini penting untuk teman-teman pahami karena akan membentuk karya tulis yang baik jika teman-teman memahaminya dengan baik dan mempraktikannya ketika membuat sebuah karya tulis. Semoga tulisan ini mudah dipahami oleh teman-teman sekalian.

Pengertian Dan Contoh Kalimat Efektif Lengkap | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar