Memahami Struktur Sel Tumbuhan dan Fungsinya


Memahami Struktur Sel Tumbuhan dan Fungsinya - Setiap makhluk yang hidup terdiri dari susunan sel-sel yang jumlahnya beribu-ribu atau bahkan berjuta-juta. Susunan tersebut merupakan unit structural dan fungsional terkecil yang menjadi dasar kehidupan. Begitu juga dengan tumbuhan.  Sel dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu sel Prokariotik dan Eukariotik. Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki endomembran atau tidak memiliki membran inti. Sel prokariotik tidak memiliki pelindung selaput inti, sehingga membaran inti dan materi genetik di dalamnya tidak bersifat menyebar. Sebaliknya, pada jenis sel eukariotik memiliki endomembran yang melindungi materi genetic secara tersusun rapi karena selaput inti di dalam sel melindungi sel inti sehingga tidak menyebar. Jenis sel yang ditemukan di dalam tumbuhan adalah sel eukariotik, yaitu jenis sel yang memiliki materi genetic yang dibungkus oleh membran. Berikut penjelasan tentang struktur sel dalam tumbuhan dan fungsinya.

Yang membedakan sel tumbuhan dari makhluk hidup lainnya adalah bentuk sel yang kaku pada tumbuhan pada sesama jenis sel eukariotik. Sel tumbuhan terdiri dari dinding sel yang tersusun atas senyawa selulosa, hemiselulosa, pektin, dan lignin. Berikut penjelasan tentang bagian-bagian sel tumbuhan dan fungsinya.


  • Dinding Sel
Tidak semua sel makhluk hidup memiliki dinding sel. Hanya tanaman, bakteri, jamur, alga, dan beberapa archaea yang memiliki dinding sel. Dinding sel adalah lapisan yang kuat dan kaku. Dinding sel adalah struktur terluar sel yang berada di luar membran plasma dan  membatasi ruang bagi sel untuk berkembang.
Sebagai bagian luar dari sel, dinding sel berfungsi sebagai  perlindungan terhadap sel dari infeksi dan stres mekanik, memberikan dukungan structural, sebagai pemisah bagian dalam sel dan luar, membantu regulasi osmotik, mencegah kehilangan air, mencegah sel agar tidak pecah karena tekanan tugor, membantu difusi gas masuk dan keluar dari sel, memberikan perlindungan mekanik dari serangga dan pathogen, dan memberikan bentuk sel yang pasti.
  • Membran Plasma
Membrane plasma adalah bagian sel yang dimiliki oleh semua jenis sel yang memisahkan sel dengan lingkungan sel luar. Pada setiap sel dibatasi oleh selaput halus dan elastis, inilah yang disebut membran plasma. Pada membrane plasma terdapat pori-pori ultramikroskopik yang berguna untuk dilalui zat-zat tertentu.  Susunan membran plasma terdiri dari dua lapisan, yaitu fosfolipid dan protein/lipoprotein. Khususnya pada tumbuhan, membran berada di bawah dinding sel.
Membran plasma berfungsi sebagai penyeleksi molekul-molekul apa saja yang masuk ke dalam inti sel. Beberapa molekul dapat masuk dengan mudah, seperti protein, beberapa harus melewati molekul transport atau bahkan tidak bisa lewat sama sekali. Membrane plasma juga berfungsi sebagagai pelindung sel inti setelah dinding sel juga memberikan struktur unit sel.
  • Sitoplasma
Sitoplasma adalah komponen sel paling besar yang mengisi sebagian besar ruangan sel. Sebagaian besar komponen penyusun sitoplasma adalah air, senyawa kimia, enzim, pigmen dan beberapa zat lain. Sitoplasma adalah zat yang bersifat koloid yaitu tidak padat dan tidak cair.
Beberapa fungsi sitoplasma adalah membantu pergerakan bahan selular dan mengangkut bahan genetic produk respirasi selular. Secara umum sitoplasma berfungsi untuk memberikan dukungan mekanik, yaitu menjadi media untuk suspensi struktur internal. Reaksi metabolism vital seperti glikolisis anaerob dan sintesis protein, berlangsung di dalam sitoplasma.
  • Inti Sel
Inti sel atau nukleus adalah bagian inti dari sel yang sangat berpengaruh bagi kehidupan. Hal ini dikarenakan inti sel yang mengendalikan seluruh kegiatan kehidupan. Di dalam inti sel terdapat materi genetic (DNA) yang diwariskan kepada sel berikutnya, sehingga inti sel mengurusi masalah reproduksi. Selain itu, inti sel juga berfungsi mengontrol proses fotosintesis tumbuhan.
  • Retikulum Endoplasma (RE)
Reticulum endoplasma adalah tempat sintesis protein yang berlangsung di dalam ribosom yang melekat pada permukaan reticulum endoplasma tersebut serta sebagai penyimpanan protein dan persiapan untuk sekresi protein. Bila dilihat dengan mikroskop, reticulum endoplasma terlihat seperti saluran berkelok-kelok dan jala yang berongga-rongga.  Rongga tersebut membantu gerakan substansi-substansi dari satu bagian sel ke bagian lainnya. Reticulum endoplasma juga berfungsi membantu inti sel  melaksanakan sintesis protein, sintesis lipid, karbohidrat, dan melakukna transportasi produk sintesis. Retikulum endoplasma dibagi menjadi dua bagian, yaitu Retikulum Endoplasma kasar yang melakukan sintesis protein, dan Retikulum Endoplasma halus yang melakukan sintesis lemak, osidasi biologi, detoksifikasi dan transfer produk sintesis.
  • Apparatus Golgi (AG)
Apparatus golgi adalah sel yang berperan dalam mengangkut protein yang umumnya digambarkan sebagai kemasan organel. Struktur Apparatus golgi berbentuk pipih melengkung seperti bentuk tumpukan pancake kecil yang masing-masing tertutup membran. Apparatus golgi berisi cairan dan biokimia seperti protein, gula dan enzim .
Apparatus Golgi ini berfungsi sebagai pengangkut lipid ke bagian penting dari sel dan menciptakan lisosom. Apparatus Golgi juga mengangkut protein yang di produksi di Retikulum Endoplasma kemudian dibentuk dan dilepaskan ke sitoplasma.
  • Ribosom 
Ribosom dapat ditemukan secara menyebar di sitoplasma atau disebut juga ribosom bebas, dan ribosom yang ditemukan terikat pada reticulum endoplasma atau ribosom terikat. Organel kecil bergaris tengah 17-20 mikron ini tersusun atas RNA ribosom dan protein. Ribosom yang berukuran sangat kecil ini adalah tempat berlangsungnya fungsi sintesis protein. Ribosom berfungsi sebagai tempat perakitan asam amino yang berfungsi sebagai pembentuk protein yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan sel. 
  • Lisosom
Bagian sel yang ditemukan pada semua sel eukariotik ini adalah seluler kecil yang mengandung enzim yang berguna dalam pencernaan molekul makanan dalam metabolism sel. Lisosom adalah organel berbentuk kantong terikat membrane dan berisi enzim hidrolik. Di dalam organel pembentuk lisosom tersebut memiliki berbagai jenis enzim hidrolik asam, seperti glikosidase, fosfolipase, protease, nuclease, lipase, fosfatase, dan sulfatase. Sema enzim tersebut berfungsi sebagai pencernaan.
  • Kloroplas
Kloroplas adalah bagian yang sangat penting dari sel tumbuhan. Beberapa sel mencakup hingga 50 kloroplas. Jumlah kloroplas per sel bervariasi sesuai dengan jenis sel dan fungsinya. Mereka berlimpah dalam sel daun yang menerima sinar matahari yang bertentangan dengan sel akar yang tidak menerima cahaya. Kloroplas adalah jenis plastid. Ada juga jenis lain dari plastida (tidak semua yang hadir di semua sel tumbuhan namun yang semuanya berasal dari proplastids).
Fungsi dari kloroplas adalah membantu proses fotosintesis. Kloroplas menyimpan pigmen hijau (klorofil) pada pada tumbuhan hijau yang ketika terjadi reaksi kimia, mensintesis karbohidrat dari senyawa anorganik.
  • Vakuola
Vakuola adalah cairan yang terdiri dari bahan organic dan anorganik yang merupakan cadangan makanan atau hasil metabolisme yang terdapat pada rongga besar di dalam sel. Zat yang terkandung di dalam cairan tersebut di antaranya adalah asam organic, asam amino, glukosa, gas, garam-garam Kristal, dan alkaloid. Fungsi dari vakuola adalah sebagai tempat penyimpanan makanan, pigmen, dan enzim.
  • Mitokondria
Adalah bagian sel yang diapit oleh dua membran. Bagian dari sel yang dapat ditemukan baik pada sel tumbuhan maupun hewan ini adalah tempat menghasilkan energi sebagai hasil dari oksidasi biologi untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Bagian-bagian mitokondria terdiri dari membran rangkap luar dan membran rangkap dalam. Dua bagian ini berbeda bentuknya, bagian luar memiliki permukaan halus sedangkan bagian dalam berlipat-lipat dan disebut kista. Pada bagian kista inilah terjadi proses respirasi yang tinggi yang menghasilkan energy paling besar.
  • Sitoskleton
Sitoskleton adalah jaringan kerangka sel tanpa membran yang berfungsi memberikan ketahanan pada tekanan sel, dan mempertahankan bentuk sel. Sitoskleton tersusun atas jaringan berkas-berkas protein yang menyusun sitoplasma. Sitoskleton juga berfungsi membantu gerakan subtansi dari satu bagian ke bagain lainnya.
  • Glioksisom
Gliokisom adalah bagian dari sel yang dapat mengubah amilum (karbohidrat) menjadi lemak. Struktur dari gliokisom hampir sama dengan sitoskleton namun dibatasi oleh selapis membrane.


Memahami Struktur Sel Tumbuhan dan Fungsinya | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar