Memahami dan Mengenal Keseimbangan Ekosistem


Sebagai Negara dengan jumlah lahan gambut terbesar di dunia, Indonesia menjadi langganan bencana kebakaran hutan. Pada tahun 2015 ini, beberapa propinsi dengan jumlah lahan gambut yang luas, yaitu jambi, sumatera selatan, Kalimantan barat, dan Kalimantan tengah mengalami kerusahan hutan yang dasyat karena kebakaran sampai asap yang ditimbulkan oleh kebakaran tersebut mengganggu kesehatan masyarakat yang bahkan tempat tinggalnya jauh dari lokasi kebakaran. Bencana seperti ini menimbulkan kerusakan ekosistem yang berada di hutan tersebut beserta komponen-komponen penyusunnya. Kerusakan-kerusakan pada komponen ekosistem menimbulkan interaksi antar komponen terganggu sehingga keseimbangan ekosistem tersebut rusak.

Tidak hanya manusia yang membutuhkan keseimbangan, alam pun memerlukan keharmonisan dan keseimbangan. Keseimbangan ekosistem yaitu keadaan ketika interaksi antar komponen-komponen penyusun ekosistem terjalin secara harmonis dan seimbang. Sayangnya keadaan tidak seimbang seperti kebakaran hutan semakin banyak kita temui Karena ulang manusia maupun karena bencana alam. Rusaknya keseimbangan ekosistem dapat terjadi karena dua factor, yaitu factor alam dan factor manusia. Beriktu contoh-contoh factor perusak keseimbangan ekosistem.
  • Faktor Alam
Gangguan ekosistem karena factor alam adalah hal yang tidak bisa dihindari oleh manusia. Sekeras apapun kita berusaha menjaga alam, kita tidak akan bisa menolak bencana alam yang dapat merusak keseimbangan ekosistem. Seperti bencana letusan gunung berapi yang sering terjadi di Indonesia. Hampir setiap tahun, ada saja gunung berapi di Indonesia yang meletus. Akibat dari letusan tersebut merusak keseimbangan ekosistem. Banyak tumbuhan dan binatang yang mati gara-gara terkena awan dan lahar panas dari gunung tersebut.

Contoh lain dari factor alam yang mengganggu keseimbangan ekosistem adalah kebakaran hutan. Meskipun banyak kebakaran hutan diakibatkan oleh aktifitas pertanian yang membukan lahan dengan cara dibakar, namun ada juga kebakaran hutan yang diakibatkan oleh factor alam. Bencana semacam ini bisa saja terajadi karena gesekan kayu kering ketika musim kemarau dan suhu udara tinggi. Contoh lain gangguan keseimbangan ekosistem karena factor alam adalah tanah longsor, banjir, badai tsunami dan lain-lain yang dapat mengakibatkan terputusnya rantai makanan dan terganggunnya interaksi antar komponen-komponen penyusun ekosistem.
  • Faktor Manusia
Factor yang paling banyak mengakibatkan kerusakan keseimbangan ekosistem alam adalah factor manusia. Manusia adalah makhluk yang dilengkapi dengan kemampuan otak yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya di bumi. Hal ini memberikan kemungkinan bagi manusia untuk meningkatkan ekositem atau justru merusak ekosistem. Sayangnya seiring dengan bertambahnya populasi diseluruh dunia mengakibatkan terganggunya ekosistem alam. Dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia sering kali melakukan eksploitasi secara besar-besaran sehingga merubah alam sesuai keinginanya. Berikut contoh-contoh kerusakan ekosistem alam karena ulah manusia.
    • Penebangan Hutan
Penebangan menjadi salah satu penyebab punahnya beberapa jenis makhluk hidup di hutan baik flora maupun fauna. Sayangnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia seringkali tidak memperhatikan lingkungannya. Hutan yang menjadi habitat bagi banyak jenis tumbuh-tumbuhan dan hewan harus dirusak demi memenuhi kebutuhan manusia. Sehingga komponen-komponen penyususn ekosistem hutan harus terputus mata rantainya.
    • Penggunaan Bahan Kimia
Penggunaan bahan kimia dalam kegiatan manusia juga merupakan salah satu faktor penyebab rusaknya keseimbangan ekosistem. Hal ini seringkali terjadi dalam kegiatan pertanian terutama untuk memberantas hama tanaman dan gulma yang menghambat pertumbuhan tanaman. Penggunaan bahan kimia dapat membunuh serangga-serangga yang dapat menjadi medium bagi proses terjadinya penyerbukan tanaman. Sehingga pada akhirnya, hasil pertanian juga akan terganggu. Selain itu, penggunaan bahan-bahan kimia juga akan merusak struktur tanah yang menjadi tempat tanaman menyerap unsur hara. Hal-hal seperti di ini mengakibatkan rusaknya komponen-komponen penyusun ekosistem sehingga interaksi antar komponen juga akan terganggu.
    • Pembuangan Limbah Sampah
Sampah adalah sisa material yang tidak dibutuhkan setelah digunakan. Dalam jumlah sedikit sampah tidak akan menjadi masalah untuk kehidupan makhluk hidup lain. Sayangnya seiring dengan pertambahan populasi manusia, jumlah material sampah juga ikut bertambah. Hal ini dibarengi dengan pengolahan sampah yang tidak sesuai. Manusia membuang sampah di tempat yang tidak seharusnya hingga jumlahnya kian menumpuk dan mengakibatkan lingkungan sekitarnya kotor dan berbau busuk. Ketika dibuang pada saluran air, sampah dapat menyumbat aliran air sehingga ketika musim hujan tiba terjadi banjir. Hal ini dapat merusak keseimbangan ekosistem dan segala komponen penyusunnya.
Memahami dan Mengenal Keseimbangan Ekosistem | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar