Macam-Macam dan Fungsi Hormon Pada Tumbuhan


Macam-Macam dan Fungsi Hormon Pada Tumbuhan - Tidak hanya manusia dan hewan yang memiliki hormon, tumbuhan juga ternyata melakukan banyak aktifitas pertumbuhannya dengan hormon. Pada awalnya manusia tidak percaya dengan teori ini hingga Frits Went, orang yang pertama menemukan senyawa pada tumbuhan yang menyebabkan pembengkokan koleoptil kearah cahaya. Hal ini memicu penemuan jenis hormon lain pada tumbuhan yang memiliki banyak fungsi bagi tumbuhan. Berikut macam-macam dan fungsi hormon pada tumbuhan.
  • Auksin
Auksin atau yang dikenal dengan istilah Asam Indole Astetat (IAA), adalah salah satu hormon pertumbuhan pada tanaman. Auksin adalah salah satu hormon yang mempercepat pertumbuhan, baik itu pertumbuhan akar, batang, perkecambahan, pemasakan buah, proses pembelahan sel dan mampu mengurangi jumlah biji dalam buah. Sistem kerja hormon ini adalah kebalikan dari pada paparan sinar matahari, tumbuhan yang disinari oleh matahari justru akan lambat. Hal ini karena kerja ausksin justru terhambat jika ada paparan sinar matahari tapi sisi tumbuhan yang tidak disinari oleh cahaya matahari pertumbuhannya sangat cepat karena kerja auksin tidak dihambat. Hal ini memungkinkan ujung tanaman yang belum tersinari matahari akan tumbuh ke arah datangnya sinar matahari atau disebut juga fototropisme.
Selain dari fungsi di atas, auksin juga merangsang cambium membentuk xylem dan floem, memelihara elastisitas dinding sel, membentuk dinding sel primer, yaitu dinding yang pertama kali dibentuk pada sel tumbuhan, menghambat perontokan buah dan daun, dan turut membantuk proses partenokarpi, yaitu proses pembuahan tanpa penyerbukan. Selain itu, auksin juga mempengaruhi pertumbuhan akar lateral yang tumbuh searah dengan grafitasi, mempengaruhi pembengkokan batang, dan pemanjangan titik buah.
  • Giberelin
Secara sinergis, hormone giberelin berkerja sama dengan auksin mempengaruhi perkembangan dan perkecambahan embrio. Cara kerjanya adalah dengan mempengaruhi pembentukan enzim amylase dengan rangsangan. Enzim inilah yang akan memecah senyawa amilum yang terdapat pada cadangan makanan endosperm menjadi glukosa. Glukosa tersebut yang pada proses pertumbuhan menjadi sumber energy. Pada tumbuhan yang kerdil dan perkembangannya lama, apabila giberelin ini diberikan akan memacu pertumbuhan seperti pertumbuhan normal.


Selain fungsi di atas, giberelin juga berfungsi sebagai pembentukan biji dengan merangsang pembentukan serbuk sari, merangsang pertumbuhan ukuran buah, pembentukan bunga, dan mengakhiri masa dormansi biji. Sedangkan pada pertumbuhan akar, jumlah giberelin yang sedikit tidak akan terlalu berpengaruh. Namun pada tingkat konsentrasi yang tinggi, giberelin akan merangsang pembentukan akar.
  • Sitokinin
Hormon sitonkinin berkerja sama dengan hormon auksin mempengaruhi pembelahan sel. Hal ini disebut juga sitokinesis. Hormon sitokinin biasanya dapat ditemukan pada jaringan tumbuhan yang membelah atau pada suatu ragi santan kelapa, dan ekstrak buah apple. Sedangkan penemuan hormon ini pertama kali ditemukan pada tanaman tembakau. Pada tanaman tembakau, senyawa ini dibentuk pada bagian akar dan ditrasportasikan ke seluruh bagian sel tanaman.
Pada tumbuhan, hormon sitokinin berfungsi sebagai perangsang pembentukan bunga dan buah, membantu proses pertumbuhan akar dan daun pucuk, merangsang pertumbuhan daun yang masih muda, menghambat proses penuaan tumbuhan dengan transportasi garam-garam mineral dan asam amino ke daun, membantu pembentukan organel-organel seperti kloroplas dan merangsang proses sintesis protein dan RNA untuk mensintesis substansi lain.
  • Abisat
Asam abisat adalah senyawa inhibitor (penghambat) dapat dijumpai pada batang, daun, dan biji. Asam abisat berkerja secara berlawanan dengan auksin dan giberelin. Fungsi dari senyawa ini adalah untuk mengurangi kecepatan pembelahan sel di daerah titik tumbuh untuk mengendalikan pertumbuhan. Mempertahankan tumbuhan dari tekanan lingkungan yang buruk, seperti kekurangan air. Hal ini dilakukan dengan cara memacu absisi daun pada saat kemarau untuk mengurangi penguapan. Ketika tumbuhan kekurangan air, tumbuhan akan meningkatkan kadar hormon asam abisat di sel penutup stomata. Sehingga, stomata akan tertutup dan transpirasi berkurang sehingga keseimbangan air dapat dijaga.
  • Kalin
Hormon kalin tidak seperti hormon lain yang mampu merangsang banyak bagian dari tanaman. Hormon kalin adalah hormon yang mampu merangsang pembentukan organ tubuh tertentu pada tumbuhan. Sesuai jenis organ tubuh yang dirangsangnya, hormon kalin dibedakan menjadi empat jenis, yaitu
    •  Kaulokali, yaitu hormon kalin yang fungsinya merangsang proses pembentukan batang
    • Rizokalin, yaitu hormon kalin yang fungsi spesifiknya merangsang pembentukan akar
    • Filokalin, yaitu hormon kalin yang fungsin spesifikasinya merangsang pembentukan daun
    • Antokalin, yaitu hormon kalin yang fungsinya merangsang pembentukan bunga
  • Asam Traumalin
Asam traumalin tidak seperti hormon-hormon yang lain yang mampu merangsang pertumbuhan bagian tumbuhan. Asam traumalin adalah hormon yang fungsinya adalah menutupluka pada tanaman. hormon ini dihasilkan oleh cambium pada batang dikotil. Karena berfungsi untuk menutup luka, hormon ini disebut juga hormon luka atau cambium luka.
  • Gas Etilen
Gas etilen adalah hormon yang berfungsi untuk mempercepat proses pematangan buah. Gas etilen diproduksi pada buah-buahan yang sudah tua dan siap untuk mengalami proses pemasakan. Selain itu, hormon ini juga berfungsi untuk menghambat pemanjangan batang kecambah, mendorong gugurnya daun, menebalkan batang, dan memacu perkecambahan biji. Gas etilen tidak hanya dapat diproduksi secara alami oleh tumbuhan, namun ada juga jenis etilen sintetik atau buatan. Hal inilah yang sering oleh pedagang digunakan untuk mempercepat proses pematangan buah.

Macam-Macam dan Fungsi Hormon Pada Tumbuhan | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar