Langkah-Langkah dalam Membuat Karangan Narasi


Teman-teman yang ingin menjadi jurnalistik atau mungkin suka membaca cerita, tahukah anda cara menulis karangan yang sering teman-teman temui dibuku-buku bacaan teman-teman? Yak karangan narasi, salah satu jenis teks yang menceritakan runtutan peristiwa ini memiliki pola yang dapat teman-teman pelajari sehingga teman-teman dapat menulis sendiri karangan narasi teman-teman. Setelah mengetahui bagian-bagian dari paragraf narasi teman-teman bisa menentukan langkah-langkah dalam membuat karangan narasi.

Ternyata, teks narasi dibagi menjadi tiga bagian yaitu awalan (Orientation), pengembangan (Complicaition) dan akhir cerita (Resolution).
  •  Awalan atau Orientation ini adalah bagian dimana teman-teman dapat menceritakan tentang siapa yang terlibat di dalam cerita, waktu terjadinya dan dimana peristiwa di dalam cerita tersebut dikisahkan
  • Pengembangan atau Complication adalah bagian dimana teman-teman meletakkan masalah yang mulai dihadapi oleh si tokoh.  Dalam menggapai keingingannya si tokoh mulai menghadapi kesulitan sehingga komplik mulai terjadi.
  • Akhir cerita atau resolution adalah bagian akhir dari cerita. Nah teman-teman, di bagian inilah si tokoh mulai menumukan solusi permasalahan. Si tokoh menemukan akhir dari permasalahan yang dihadapi. Tapi teman-teman, akhir dari cerita tidak selalu bahagia. Peristiwa yang dikisahkan bisa saja berakhir sedih atau berakhir bahagia.

Nah teman-teman setidaknya bagian-bagian dari paragraf narasi di atas bisa menjadi pertimbangan dalam menulis karangan narasi. Namun bukan hanya itu saja langakah-langkah penulisannya. Langkah-langkah dalam menyusun karangan narasi sama halnya dengan membuat karangan jenis lain. Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat karangan narasi.
  1. Langkah pertama dalam membuat karangan narasi tidak berbeda dengan membuat jenis karangan yang lain. Menentukan tema adalah langkah awal dalam membuat jenis karangan apapun. Termasuk menentukan masalah apa yang akan diangkat sebagai tema karangan. Dengan menentukan tema kita bisa menggali informasi apa saja yang sekiranya jadi bahan pertimbangan penulisan dan akan dimasukkan ke dalam tulisan.
  2. Yang tidak kalah penting dalam membuat karangan narasi adalah menentukan sasaran pembaca. Kepada siapa tulisan kita dituju penting dijadikan bahan pertimbangan karena apabila tulisan kita tidak mampu mengundang minat para pembaca akan sia-sia jeri payah kita dalam menulis. Umur, latar belakang pendidikan, serta tujuan penulisan, apakah untuk pembaca ringan atau ilmiah biasanya dijadikan pertimbangan dalam menentukan materi dan gaya bahasa. 
  3. Langkah selanjutnya adalah membuat kerangka peristiwa yang akan dijadikan materi penulisan. Menentukan peristiwa apa yang penting untuk dijadikan materi atau bahan tulisan kemudian dirancang berdasarkan alur skema.
  • Tahap penulisan narasi yang selanjutnya adalah membagi-bagi peristiwa yang diangkat menjadi bagian-bagian. Untuk memudahkan kita dalam menulis, kita bisa membagi peristiwa ke dalam beberapa bagian, bagian awal sebagai pembuka, bagian pengembangan, dan bagian akhir cerita.
  • Peristiwa yang telah kita pecah menjadi tiga bagian tersebut kita uraikan lagi ke dalam detil cerita. Dengan demikian kita bisa memberikan gambaran yang lengkap dari peristiwa di masing-masing bagian. Tapi yang harus diperhatikan dalam bagian pengembangan ini adalah bagian mana yang akan kita jadikan pokok pengembangan. Umumnya dalam cerita narasi, permasalahan utama dikembangkan secara detil di bagian pengembangan. Sehingga bagian awal hanya sebagai pengantar sedangkan bagian akhir hanya sebagai penutup.
  • Terakhir tapi tidak kalah penting adalah penentuan tokoh atau orang-orang yang terlibat dalam cerita, latar atau setting, dan sudut pandang. Penentuan tokoh dilakukan dengan menentukan berapa banyak tokoh yang akan terlibat di dalam cerita serta menentukan siapa yang akan menjadi tokoh utama, tokoh yang melawan tokoh utama, serta tokoh yang menjadi pemeran pembantu. Latar cerita atau settting menjadi penting karena tempat kejadian turut mendukung jalannya cerita. Latar atau setting akan membawa pembaca seolah-olah berada ditempat kejadian. Yang terakhir adalah menentukan sudut pandang. Dalam hal ini, kita dapat meletakkan dimana posisi kita sebagai penulis. Apakah sebagai orang yang mengalami langsung peristiwa yaitu sebagai sudut pandang orang pertama, atau menceritakan peristiwa sebagai orang ketiga.

Nah teman-teman sudah jelaskan proses penulisan karangan narasi. Silahkan teman-teman mulai mempraktikkan kiat-kiat penulisan narasi di atas. Semoga kiat-kiat penulisan di atas dapat dipahami oleh teman-teman. Selamat mencoba!



Langkah-Langkah dalam Membuat Karangan Narasi | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar