Contoh Surat Pribadi Untuk Teman dan Keluarga



Sebagaimana kita dulu sewaktu SD pernah belajar membuat surat, kita pasti masih ingat bagaimana caranya membuat surat. Tapi apakah teman-teman pernah benar-benar membuatnya dan mengirimkannya untuk sahabat atau keluarga? Meskipun sekarang sudah Jamannya pakai Handphone atau media social, apa salahnya kita mengirim surat untuk keluarga atau sahabat? Kita kan masih bisa mengirim surat melalui e-mail. Berikut adalah contoh surat pribadi untuk teman dan keluarga.

Contoh Surat Pribadi Untuk Ayah dan Ibu
Assalamalaikum Wr. Wb.
Bapak dan Ibu di rumah, gimana kabarny? Sudah hampir dua tahun adek tidak pulang kerumah. Adek kangen Bapak Ibu dirumah. Bagaimana kabar orang-orang dirumah? Adek kangen juga sama kakak. Anaknya kakak pasti sudah besar ya bu? Terakhir Adek menggedong Sakhi baru belajar duduk. Pasti sekarang sudah bisa jalan ya? Hehehe
Bu bulan depan adek pulang kalau jadi dapet cuti. Rencananya adek mau ambil cuti dua minggu biar bisa pulang kampung. Adek mau sengaja ambil cuti dua minggu biar bisa lama dirumah sama Bapak, Ibu, Kakak juga. Rencannya Adek mau pulang naik pesawat kalau jadi dapet bonus kerja. Ibu sama Bapak mau minta dibawain oleh-oleh apa sama Adek?
Bu, Bapak Adek mau kenalin calon isteri adek. Rencananya Adek mau bawa calon isteri adek ikut pulang kampung untuk bertemu Bapak sama Ibu. Adek mau Bapak sama Ibu kenal calon isteri Adek terus beri penilaian. Kalau orang-orang di rumah cocok dengan calon isteri Adek, rencananya adek mau menikah tahun depan. Putri, calon isteri Adek juga mau kenal keluarga kita. “Dia pengen tahu lebih banyak tentang keluarga kita” katanya.
Bapak, Ibu, saya dengar paman baru keluar dari rumah sakit. Memangnya paman sakit apa? Tolong kirim-kirim kabar kalau ada apa-apa sama paman ya Bu? Gimanapun juga paman sering ajak Adek maen dulu waktu Adek masih kecil. Kayaknya paman juga harus kenal sama calon isteri Adek.
Bu, Pak Adek janji tidak akan mengecewakan orang serumah. Adek disini bakal kerja keras biar tidak perlu ngerepotin Bapak Ibu lagi. Sudah dulu ya Bu Pak segini saja yang bisa Adek beritahu ke Bapak sama Ibu. Jaga kesehatan Bapak Ibu.
Salam rindu,

Jarwo

Contoh Surat Untuk Sahabat Tercinta

Assalamualaikum Wr. Wb.
Osi, sahabat wanita ku yang ter paling mengerti, bagaimana kabarmu jelek? Kalau boleh jujur badan ini rindu akan canda tawamu. Ternyata setelah berpergian jauh tetap tidak menemukan sahabat sesableng dirimu. Tidak ada yang bisa membuatku tertawa lepas sampai lupa sama kerjaan seperti kamu. Kamu adalah orang pertama yang ingin aku kunjungi kalau aku pulang nanti.
Si,,kayaknya aku harus segera pulang dan bertemu kamu. Banyak yang harus aku ceritakan ke kamu. Masalah pribadi yang terus menghinggapi dan mengganggu tidur dan kerjaku karena cuma kamu sahabatku yang selalu bersedia meluangkan waktu dan mengerti penderitaanku. Mungkin kamu satu-satunya di dunia.

Jadi begini ceritanya, kamu masih ingat septiani kan? Teman sekelas kita sewaktu kelas tiga dulu. Sebenernya aku selama ini memendam rasa dan belum sempat aku ungkapkan. Ternyata tidak disangka dia sekarang sudah punya pacar dan segera akan menikah. Entah apa yang bisa aku lakukan Si? Sepertinya ini terlalu cepat. Seharusnya dari dulu aku menyatakan cinta sebelum dia dimiliki orang lain. Sayangnya aku terlalu pengecut untuk memperjuangkan cintanya. Tapi kalaupun aku dulu menyatakan cinta apakah dia mau menerimaku ya?
Segini dulu yang bisa aku ceritain Osi. Biar seru sisanya aku ceritain kalau kita sudah bertemu saja. Oiya Osi, aku mau ajak kamu jalan-jalan juga. Kamu tau air terjun Way lalaan kan yang lokasinya di Tanggamus itu? Kemaren aku liat temen posting foto di Way Lalaan ternyata tempatnya bagus juga ya.
Sekian dulu surat rindu ini, sempatkan waktu jika aku pulang ya Osi. Jaga kesehatan baik-baik.
Salam rindu,

Kirun

Demikian contoh surat pribadi untuk Keluarga dan teman. Semoga contoh surat-surat pribadi di atas dapat memberikan inspirasi teman-teman dalam membuat surat.
Contoh Surat Pribadi Untuk Teman dan Keluarga | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar