Contoh Karangan Liburan Sekolah Terbaru



Teman-teman penulis yang ingin belajar membuat karangan bisa memulai dari membuat karangan kegiatan liburan. Ya karena selama masa sekolah dari Sekolah Dasar sampai SMA karya tulis yang paling sering kita buat adalah tentang liburan sekolah. Bisa diingat berapa kali teman-teman membuat cerita liburan dari SD sampai SMA.  Nah bagi teman-teman yang ingin membuat karangan tentang liburan sekolah bisa lihat beberapa karangan tentang liburan sekolah berikut ini.
Liburan ke Jogja

Tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ada sedikit kemajuan dari cara keluarga menghadapi momen dimana keluarga-keluarga lain menghabiskan uang mereka untuk menghilangkan penat. Bila tahun-tahun sebelumnya atau semester-semester sebelumnya saya hanya menghabiskan masa liburan dengan tiduran, bangun, makan, nonton tv, terus tidur lagi, kali ini akhirnya ibu bersedia menghabiskan jeri payahnya selama panin kopi untuk saya, adik, dan Bapak liburan ke Jogja. Meskipun tujuan sebenarnya untuk mengunjungi sanak saudara, tepatnya kakaknya Bapak, tetap saja saya anggap ini liburan. Akhirnya untuk pertama kalinya saya punya cerita liburan untuk diceritakan di depan kelas.

Bila sebelumnya saya, paling jauh, hanya berlibur ke Kota Agung yang jaraknya bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor sekitar satu setengah jam, kali ini saya menempuh perjalanan dua hari dua malam. Sungguh hal teraneh yang menghinggapi pikiran Ibuku. Beberapa hari setelah libur sekolah dimulai, tiba-tiba Ibu bilang ”Luk sana ajak Mas Suryadi cari tiket bus buat ke Jogja mumpung ada rejeki”. Ini hal teraneh yang pernah diucapkan oleh Ibu sebagai orang yang paling berkuasa di keluarga. Karena tak mau beliau berupah pikiran, saya ajak kakak untuk ke Pringsewu cari tiket Bus. Tidak tanggung-tanggung saya pilih tiket bus yang paling mahal, kelas eksekutif. Masa iya panin Kopi satu ton tidak cukup untuk ke Jogja dengan bus kelas eksekutif. 

Perjalanan ditempuh dua hari dua malam. Begitu sampai di tempat tujuan ternyata, tempat tinggal paman juga tidak berbeda dengan kampung ku di Pringsewu. Liburan macam apa ini aslinya dari daerah pas liburan ke daerah pedalaman Sleman. Melihat lingkungan tempat tinggal paman, ntah kenapa tidak ada kesan mendalam mengenai tempat yang untuk pertama kali saya datangi ini. Hal pertama yang saya tanyakan ketika bertemu dengan sepupu adalah tentang kendaraan yang paman punya. Syukur Alhamdulillah paman punya dua buah kendaraan bermotor. Setidaknya masih ada harapan jalan-jalan keliling Kota Jogja. Setelah bertemu dengan saudara-saudaranya Bapak, saya dan adik habiskan dua hari untuk istirahat melepaskan lelah dan pegal-pegal.


Dengan bermodalkan aplikasi Map di Smartphone adik, saya dan adik keliling Jogja dengan motor butut yang remnya blong. Berangkat jam tujuh pagi, saya dan adik menuju parangtritis di Bantul. Disana ya tidak jauh bedalah dengan pantai-pantai di Lampung. Cuma sampai jam sebelas disana, kami lanjutkan perjalanan ke kebun binatang Gembira Loka. Keliling-keliling lihat kebun binatang sambil ambil foto selfie berdua dengan binatang sampai betis rasanya pegal-pegal. Puas dengan foto selfie dengan binatang yang jumlahnya hampir memenuhi kapasitas memori smartphone adikku kami pulang dengan wajah capek. Hari selanjutnya seolah tidak punya lelah kami lanjutkan jalan-jalan ke Candi Prambanan. Ya lagi-lagi yang kami cari foto selfie. Kalau sebelumnya selfie dengan binatang kali ini dengan patung. Beberapa patung peninggalan sejarah saya ajak selfie. Agar lebih kerennya lagi saya ajak selfie turis dari Jerman. Hari selanjutnya saya lanjutkan perjalanan ke Borobudur. Tidak ingin menyia-nyiakan momen langka ini, saya habiskan semua tempat wisata di Jogjakarta dan abadikan momen sebanyak-banyaknyal. Setelah sepuluh hari saya, adik dan Bapak tinggal di Sleman, akhirnya kami meninggalkan tempat bersejarah bagi Bapak kami ini.

Liburan tidak Kemana-mana

Hari libur selalu menjadi hari yang paling indah dibandingkan hari-hari besar lainnya. Bahkan hari proklamasipun kalah indah dari hari libur. Setelah menyerahkan nilai hasil belajar selama satu semester, semua utang kepada orang tua terbayar lunas. Meskipun menyambut hari libur dengan nilai rapor yang sedang-sedang saja alias medioker. Beruntungnya, orang tua tidak pernah mempermasalahkan lagi berapapun nilai rapor yang saya dapatkan. Mungkin dia lelah. Minggu ini ku sambut embun pagi dengan semangat baru sebagai manusia baru yang berjanji agar hari esok lebih baik lagi. 

Pagi ini, haris senin, dimana biasanya mendengar suara  sapu lidi menghempas dedaunan, kok tumben tidak terdengar. Ternyata ini sudah jam sebelas siang. Rencana ingin menjadi manusia yang lebih baik ternyata gagal di pagi pertama di hari liburku. Karena rencana olah raga pagi gagal, aku harus melakukan rencana berikutnya yaitu membaca buku disiang hari agar menjadi orang yang lebih baik lagi. Baru membaca tiga halaman, terdengar suara lagu pengiring Play Station dari kamar adikku. Oh my God! Bagaimana caranya aku menjadi manusia yang lebih baik jika kakakku saja tidak mampu menjadi teladan yang baik. Akhirnya, aku putuskan berhenti membaca sejenak dan bersosialisasi dengan keluarga sambil ikut bermain Pro Evolution Soccer. Tidak terasa kami bermain dari jam sebelas siang sampai malam hari. Rencana baca buku pun gagal.

Menyerah dengan keadaan, aku memutuskan menghabiskan beberapa hari dari masa liburanku ini untuk jalan-jalan sejenak melihat alam. Langkah pertama dari rencana besar ini adalah mengumpulkan teman-teman sableng dari seluruh penjuru Pringsewu. Orang pertama yang saya hubungi, Viktor, ternyata punya acara keluarga, pernikahan pamannya. Orang kedua yang saya hubungi, Budi, sedang liburan ke Jogja dengan ayahnya. Orang ketiga yang saya hubungi, Osi, sedang kencan dengan pacarnya. Orang keempat yang saya hubungi, Shifa, sedang bantu-bantu kerjaan ibunya di toko. Orang kelima, Akbar, sedang liburan di Bandung. Dan seterusnya tidak ada yang bisa diajak pergi. Ntah apa yang harus saya katakan jika orang-orang bertanya kemana saya liburan. Akhirnya setiap hari saya habiskan dengan bermain Pro Evolution Soccer dengan kakak dan adik.

Liburan Sekolah Sambil Berkebun

Setelah pembagian rapor sekolah, saya dan teman-teman membuat banyak rencana kegiatan liburan sekolah. Mulai dari hidup sehat, jelajah alam, menginap di rumah teman secara bergiliran, mandi di sungai, memancing, berburu binatang liar dan masih banyak lagi. Seolah-olah dunia hanya milik kami.

Hari pertama di hari libur, bangun pagi menjadi awal kegiatan yang indah dengan semangat berkobar. Siap-siap mandi pagi lalu kerumah teman melaksanakan rencana. Tiba-tiba ibu menyediakan sarapan dan menyuruhku makan. Lah kok tumben? Biasanya kalau hari minggu gak gini-gini amat. Tidak jadi mandi lanjut ambil sarapan sambil nonton tv. Ternyata semua anggota keluarga sedang sarapan juga. Entah kenapa pagi ini semua sarapan terlalu pagi di hari libur.

Selesai sarapan terdengar dari mulut ibuku kata-kata terhoror di hari libur,”selesai sarapan ke kebon ya ambil kayu sama panen kopi”. Semua rencana tiba-tiba hancur berkeping-keping. Liburan yang tadinya indah, tiba-tiba jadi lebih buruk dari hari-hari sekolah biasa. Rasanya pengen masuk sekolah lagi terus ninggalin kerjaan di kebun. Ternyata aku lupa kalau sekarang sedang musim kopi. Kalau tau begini aku tidak merencanakan kegiatan liburan bersama teman-teman karena butuh setidaknya tiga minggu untuk panen kopi di area yang luasnya tiga hektar. Akhirnya aku menghabiskan masa liburanku di kebun kopi. Setidaknya aku masih punya acara liburan meskipun sambil berkebun.

Terima kasih bagi teman-teman yang menyempatkan membaca tulisan yang seberapa ini. Tulisan ini hanya karangan dan fiksi belaka jika ada kesamaan cerita dan tokoh tidak ada unsur kesengajaan. Semoga tulisan ini bermanfaat menambah wawasan teman-teman.
Contoh Karangan Liburan Sekolah Terbaru | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar