Contoh Ekosistem Darat dan Rantai Makanan Penjelasan Lengkap



Contoh Ekosistem Darat dan Rantai Makanan Penjelasan Lengkap - Setiap ekosistem memiliki komponen biotik dan abiotik yang berbeda-beda. Spesies pada ekosistem yang berbeda, akan berbeda pula jumlah dan variasinya begitu juga dengan spesies yang mendominasi. Ekosistem hutan berbeda dengan ekosistem padang pasir, ekosistem padang rumput berbeda dengan ekosistem rawa gambut, begitu seterusnya.  Perbedaan-perbedaan tersebut dipengaruhi oleh factor biotik dan abiotiknya. Ekosistem dengan factor abiotic daerah perairan akan didominasi oleh binatang latu seperti ikan dan binatang mamalia, ekosistem dengan curah hujan rendah akan ditumbuhi tumbuhan hijau yang bisa bertahan dengan air yang sedikit, ekosistem dengan daerah banyak bebatuan cenderung ditumbuhi oleh rerumputan Karena tumbuha besar tidak mampu menembus bebatuan sebagai tempat pertumbuhannya. Berikut contoh-contoh ekosistem yang tumbuh di darat.

Baca Juga :  Contoh Ekosistem Laut Beserta Rantai Makanannya

  • Ekosistem Darat
Berdasarkan proses pembentukannya, ekosistem dapat di bagi menjadi dua yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami adalah ekosistem yang proses pembentukannya secara alami tanpa campur tangan manusia. Sedangkan ekosistem buatan adalah ekosistem yang dalam proses pembentukannya ada campur tangan manusia. Macam-macam ekosistem alami yang ada di darat adalah hutan hujan tropis, padang rumput, sabana, hutan gugur, tundra, gurun, taiga dan masih banyak lagi. Sedangkan contoh ekosistem buatan di darat adalah sawah, perkebunan kelapa sawit, perkebunan kopi, dan sebagainya. Berikut beberapa penjelasan tentang contoh ekosistem darat.
    • Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis adalah hutan yang berada di daerah khatulistiwa dan memiliki curah hujan yang tinggi sehingga selalu basah. Hutan hujan tropis berada pada wilayah beriklim tropis dengan curah hujan berkisar antara 1,750 milimetres dan 2,000 milimeter dan temperatur udara bulanannya berada di atas 18o C di sepanjang tahun. Contoh hujan tropis adalah di lembah sungai Amazon, Amerika selatan, Asia tenggara dan lembah sungai kongo.  Hutan hujan tropis merupakan habitat bagi berbagai jenis vegetasi dan hewan. Berbagai macam tumbuhan tumbuh di wilayah ini. Pohon-pohon dapat tumbuh tinggi mencapai 55 m dan membentuk kanopi (tudung). Bahkan saking suburnya, beberapa jenis tanaman tumbuh merambat (liana) seperti rotan, atau tumbuh menempel, seperti anggrek pada cabang-cabang pohon. Beberapa jenis hewan pada hutan jenis ini hidup disekitar kanopi karena menyimpan makanan.
    • Padang Rumput
Pada wilayah beriklim sedang, kita dapat menemui ekosistem padang rumput seperti di Hongaria, Amerika Selatan, Australia, dan Rusia Selatan. Selain itu, padang rumput juga dimiliki oleh Indonesia pada daerah yang curah hujanny cukup rendah dan tanahnya tidak subur seperti di Nusa Tenggara. Rata-rata curah hujan yang dimiliki oleh padang rumput hana 25-50 cm/tahun dan turunnya hujan tidak teratur. Vegetasi yang hidup di daerah ini tergantung dari curah hujan yang turun. Pada daerah yang curah hujannya lebih tinggi, rumput dapat mencapai tinggi hingga 3m. Sementara pada daerah yang curah hujannya lebih rendah, rumput tidak terlalu tumbuh subur dan tidak terlalu tinggi seperti gamma grasses da buffalo grasses. Sementara itu, hewan yang hidup di daerah ini adalah reptile, burung, kanguru, kijang, singa, cheetah, jaguar, serigala, ular, hewan-hewan pengerat, dan sebagainya. 
    • Hutan Gugur
Daerah yang memiliki hutan gugur adalah pada daerah subtropics. Daerah ini umumnya mengalami empat musim seperti musim dingin, musim panas, musim semi, dan musim gugur. Contoh wilayah yang memiliki empat musim adalah di Amerika serikat, Asia timur, Chili, dan Eropa barat. Curah hujan yang dimiliki oleh hutan gugur rata-rata mencapai sekitar 75 -100 cm/tahun.
Ekosistem hutan gugur umumnya memiliki vegetasi berdaun lebar, seperti pohon oak, elm, maple, dan beech. Pada musim dingin, tumbuh-tumbuhan tidak dapat melakukan fotosintesis karena air yang seharusnya diserap oleh tumbuhan menjadi beku. Sehingga, daun berubah warna menjadi cokelat dan gugur. Namun ketika musim panas datang, salju dan es akan mencair sehingga memungkinkan daun untuk melakukan fotosintesis.  Fauna yang hidup di area ini akan mengalami hibernasi ketika musim dingin tiba atau tidak aktif, tidak bergerak, dan tidak makan, hanya tidur. Mereka membuat lubang untuk menyimpan cadangan makanan di lubang persembunyian. Contoh hewan ini adalah leming, hamster, dan hewan-hewan pengerat lainnya. Sementara hewan yang dapat terbang seperti burung akan melakukan migrasi ke daerah yang lebih hangat.


  • Rantai Makanan pada Ekosistem Darat
Rantai makanan pada ekosistem darat cukup beragam dan bervariasi jumlahnya. Hal ini dikarenakan daratan menyimpan berbagai jenis ekosistem dengan berbagai macam flora dan fauna di dalamnya. Berikut penjelasan rantai makanan pada ekosistem darat.  Rantai makanan dapat dibagi menjadi beberapa fase mulai dari produsen, yaitu makhluk hidup yang dapat menciptkan makanannya sendiri dengan bantuan energi dari alam. Contoh dari organisme pada fase produsen adalah tumbuh-tumbuhan. Sebagai produsen makanan, tumbuh-tumbuhan menciptakan makanannya sendiri dengan mengolah unsur hara yang ambil dari tanah dan mengolahnya dengan bantuan sinar matahari atau yang disebut dengan fotosintesis.  Pada fase berikutnya yaitu konsumen, pada fase ini, tumbuh-tumbuhan sebagai produsen menjadi penopang hidup bagi hewan lainnya. Hewan-hewan pemakan tumbuh-tumbuhan atau herbivora adalah contoh bagi anggota rantai makanan pada fase konsumen.\

Pasa selanjutnya adalah konsumen II. Fase lanjutan ini adalah pemakan bagi hewan lainnya atau karnivora. Sehingga pada fase ini, hewan yang memakan tumbuh-tumbuhan menjadi sumber makanan bagi hewan ini. Hal ini berlanjut hingga beberapa tinggkat selanjutnya dari konsumen. Sehingga pada posisi konsumen teratas jumlahnya semakin sedikit sebagia posisi puncak. Fase terakhir adalah dekomposer atau pengurai. Contoh dari dekomposer adalah bekteri dan jamur yang menguraikan organisme lain yang mati. Sehingga unsur organik yang diuraikan akan kembali ke alam.  Jenis rantai makanan lainnya yang berada di selah-selah rantai makanan di atas adalah insektivora atau pemakan serangga. Pada fase ini, serangga yang menjadi konsumen I karena menjadi pemakan tumbuh-tumbuhan akan menjadi makanan bagi jenis hewan-hewan ini. Berikutnya adalah detritivora atau pemakan senyawa organik. Hewan ini memakan sisa-sisa penguraian dari dekomposer. Berikut contoh rantai makanan yang ada di darat.
  • Contoh Rantai Makanan di Hutan
    • Energi matahari - tumbuhan berbiji – burung pemakan biji – ular – elang - dekomposer 
    • Energi matahari – rumput – serangga pemakan rumput – ular pemakan serangga – musang – dekomposer\
    • Energi matahari – tumbuhan semak – rusa – citah – dekomposer

  • Contoh Rantai Makanan di Sawah
    • Energi matahari – padi – belalang – katak – ular – elang – dekomposer
    • Energi mathari – Padi – tikus – elang – dekomposer

  • Contoh Rantai Makanan di Kebun
    • Enegeri mathari – Kelapa sawit – tikus – ular – elang – dekomposer
    • Energi matahari – kelapa sawit – Babi – dekomposer

Contoh Ekosistem Darat dan Rantai Makanan Penjelasan Lengkap | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar