Contoh Dan Cara Membuat Kerangka Karangan Serta Langkah - Langkah Penyusuannya



Dalam membuat tulisan seringkali kita bingung memulainya dari mana. Terkadang membutuhkan waktu berjam-jam hanya untuk menggerakkan pena di atas kertas putih. Mungkin ini juga yang dirasakan oleh teman-teman ketika mendatkan tugas membuat sebuah karangan. Tapi teman-teman bisa mengikuti langkah-langkah berikut sebelum membuat sebuah karangan. Membuat kerangka karangan adalah langkah cerdas yang bisa dimulai teman-teman ketika berusaha membuat sebuah karangan. Apasih kerangka karangan itu? Kerangka karangan adalah garis besar susunan ide yang sistematis, logis, jelas, dan teratur dari sebuah karangan.  Agar lebih jelasnya, liat panduan berikut sebelum melihat contoh kerangka karangan.

Membuat kerangka karangan
Sebelum membuat kerangka karangan ada baiknya kita ketahui bahwa ada 2 macam kerangka karangan, yaitu kerangaka karangan fiksi dan nonfiksi. Hal ini dibedakan dari isi karangan yang akan dibuat. Karangan fiksi berisikan tulisan yang bersifat khayalan atau imajinary. Sedangkan nonfiksi dibuat berdasarkan kejadian yang benar-benar terjadi atau dialami. Biasanya karangan fiksi berupa karya tulis ilmiah atau hal yang benar-benar dikerjakan.


Langkah-langkah penyusunan
1.    Menentukan Tema dan Judul
Sebelum membuat sebuah karya, hal yang kita lakukan pertama kali adalah menentukan karya apa yang akan kita buat. Seperti apa karya yang akan kita buat, untuk apa kita membuatnya, dan mengapa kita harus membuatnya penting menjadi pertimbangkan karena menentukan kemana arah kita dalam membuat karya tersebut.Begitu juga dalam membuat sebuah tulisan, kita perlu menentukan tema tulisan. Yak! Hal ini menentukan segalanya. Tema adalah pokok persoalan yang mendasari sebuah karangan. Tema adalah permasalahan  yang bisa di uraikan dalam karangan. Setelah menentukan tema, kita dapat menentukan Judul. Judul adalah adalah kepala tulisan yang menyiratkan permasalahan yang akan dibahas. Judul memberikan gambaran kepada pembaca tentang arah, dan ruang lingkup seluruh isi tulisan. Sehingga pembaca tertarik membaca tulisan yang kita buat.

2.    Mengumpulkan Bahan
Langkah berikutnya setelah kita menentukan pokok peramasalahan yang akan di bahas di tulisan kita adalah mengumpulkan bahan-bahan atau materi yang menjadi uraian dari tema atau permasalahan yang kita bahas. Bahan-bahan yang kita cari adalah semua hal-hal yang berhubungan dengan tema yang nantinya bisa kita jadikan sub masalah yang bisa kita uraikan lagi.

3.    Menseleksi Bahan
Setelah mendapatkan bahan sebanyak-banyaknya, pilih bahan yang dirasa sesuai dengan tema yang diangkat. Usahakan untuk tidak menggunakan bahan yang tidak sesuai. Jika masih ada bahan yang tidak sesauai, usahakan untuk Brainstorming lagi dan mencari ide baru yang sesuai. Bahan yang kita jadikan sebagai uraian dari tema tidak hanya sesuai dengan tema yang diangkat tapi juga harus sesuai kronologis pembahasannya. Dalam menentukan kerangka karangan, kita juga harus menentukan mana yang harus dibahas di awal karangan, mana yang harus di tengah, dan paling akhir. Urutkan materi yang kiranya sesuai dengan urutan masalah yang akan dibahas sehingga tidak ada kesan lompat-lompat.

4.    Mengembangkan Kerangka Karangan
Jika semua langkah di atas sudah dilakukan, kita bisa memulai membuat corat-coret terakhir sebagai langkah akhir dalam membuat kerangka karangan. Setelah menentukan tema, judul, mengumpulkan bahan, dan menyeleksi bahan sesuai keperluan dan kronologisnya kita bisa memulai membuat kerangka karangannya. Mulailah membuat tulisan sesuai urutan panduan di atas. Langkah ini bisa dibilang langkah terakhir yang hampir selesai dalam mebuat karangan. Karena jika semua ide sudah terkumpul serta urutan kronologis idenya juga sudah dibuat, kita hanya tinggal menguraikannya saja. Sehingga karangan sudah 50 % selesai karena yang paling sulit dalam membuat karangan adalah menemukan idenya.

Contoh Kerangka Karangan

Tema    : Banjir
Judul    : Banjir di Indonesia

1.    Banjir yang terjadi di Kota-kota di Indonesia
1.1. Banjir di DKI Jakarta
1.2. Banjir di Kota Bandung
1.3. Banjir di Bandar Lampung
2.    Penyebab banjir di Kota-kota besar di Indonesia
2.1. Faktor Alam
2.1.1  Cuaca yang Ekstrim
       2.1.2.  Banjir Kiriman
2.2. Kelalaian Manusia
2.2.1.  Membangun Rumah di Bantaran Sungai
2.2.2.  Membuang Sampah Sembarangan

Contoh Pengembangan Kerangka Karangan
Banjir sudah menjadi tradisi di Indonesia. Setiap tahunnya, di setiap musim penghujan, tidak pernah terlewatkan bencana banjir di Indonesia. Sayangnya banjir justru terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, banjir justru terjadi di Ibu kota Indonesia, Jakarta. Sebagai, Ibu kota Negara, banjir telah membuat negara Indonesia malu dengan keadaan ini. Sebagai suatu lambang negara, Jakarta di kenal sebagai kota banjir. Bahkan negara-negara tetanggapun, selain mengenal Jakarta sebagai kota macet, mengatakan bahwa Ibu Kota Jakarta sebagai Ibu kota langganan banjir. 

Banjir yang melanda di Indonesia setiap musim penghujan sayang nya tidak hanya di Jakarta saja. Kota lain yang tidak kalah penting memegang peranan sebagai kota besar seperti bandung pun tidak luput dari bencana banjir. Di beberapa daerah di kota Bandung yang lokasinya lebih rendah di banding lokasi sekitarnya pun turut menjadi langganan banjir. dikala musim penghujan.
Seolah tidak mau kalah, kota Bandar Lampung pun pernah ikut mengalami kebanjiran. Sempat beberapa jalan di Kota Bandar Lampung tergenang air saat hujan deras melanda. Rumah sakit Abdul Muluk yang berada di wilayah cukup rendah sempat tergenang air hujan yang meluap setinggi 20 cm.
Banjir yang melanda tersebut disebabkan oleh banyak hal. Dari faktor alam sampai kesalahan serta kelalaian manusia. Hal yang seharusnya patut kita syukuri adalah Indonesia memiliki musim penghujan tiap tahunnya justru menjadi salah satu penyebab kebanjiran di Indonesia. Hal ini seolah tidak pantas kita ucapkan karena hujan seharusnya tidak patut dipersalahkan dalam kasus kebanjiran ini. Hujan yang melanda di Indonesia pun semakin tidak terkendali karena faktor perubahan panas bumi. Semenjak global warming atau pemanasan suhu bumi yang juga disebabkan ulah manusia ini menyebabkan curah hujan yang semakin berubah-ubah setiap tahunnya. Kadang musim kemarau yang terlalu panjang tidak seperti biasanya, kadang musim penghujan terlalu lebat sehingga menyebabkan daerah aliran sungai tidak mampu menampung air hujan yang lebih banyak dari biasanya ini.

Selain dari faktor hujan yang tidak tentu massanya ini, banjir juga seringkali datang dari daerah lain yang lokasinya lebih tinggi. Seperti banjir yang melanda Jakarta ini juga sering kali disebabkan karena aliran air dari daerah bogor. Di luar musim penghujan saja bogor sudah menjadi kota dengan intensitas hujan paling tinggi di Indonesia karen posisinya yang tinggi sehingg temperature udaranya rendah sehingga awan mudah terkondensasi menjadi hujan.

Penyebab utama yang paling penting dan perlu di atasi adalah kelalaian manusia. Sungai-sungai di kota besar mengalami penyempitan karena dijadikan perumahan-perumahan di sekitar bantaran sungai. Hal ini yang sering menjadi permasalahan antara pemerintah kota dengan warga di bantaran sungai yang masih menjadi polemik dan belum sepenuhnya teratasi. Selain dari itu juga banyaknya warga yang tidak bertanggung jawab membuang sampah di sungai. Meskipun sudah diresmikan undang-undang kebersihan sungai, namun tetap banyak warga yang membuang sampah di bantaran sungai. Pengawasannya pun dirasakan belum maksimal. Warga yang terbukti bersalah membuang sampah di sungai tidak benar-benar di beri sangsi berupa denda sebesar 500  ribu seperti yang diberitakan di media.

Demikian cara membuat kerangka karangan dan contohnya beserta contoh pengembangannya. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman sekalian.
Contoh Dan Cara Membuat Kerangka Karangan Serta Langkah - Langkah Penyusuannya | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar