Pengertian Dan Contoh Resensi Secara Lengkap


Dalam sebuah karya satra baik itu berupa buku, film ataiu bentuk karya satra lainnya pasti memiliki ulasan sebagai bentuk penegasan atau penekanan. Dalam ilmu Bahasa Indonesia ulasan dari sebuah karya satra disebut dengan resensi. Mungkin kita sering mendengar kata resensi, namun tidak semua orang memahami mengenai resensi. Maka dari itu saya akan membantu anda semua yang kurang paham mengenai resensi dengan menghadirkan materi yang lengkap serta contoh dari sebuah resensi. Dalam artikel ini materi yang akan saya paparkan terbagi menjadi tiga bagian yaitu pertama akan membahas mengenai pengertian dari resensi, yang kedua akan membahas mengenai  unsu-unsur dari sebuah resensi dan yang terakhir yaitu contoh dari sebuah resensi. Baiklah langsung saja pada pembahasan yang pertama yaitu pengertian dari sebuah resensi.
Resensi berasal dari bahasa latin yaitu “revidere” atau “recensere”  yang artinya melihat kembali, menilai atau menimbang. Resensi dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah review, dan dalam bahasa belanda resensi disebut juga dengan istilah recensie. Ada juga yang mengistilahkan resensi itu dengan pertimbangan buku, pembicaraan buku, ulasan buku.  Adapun tujuan dari sebuah resensi yaitu : 
  •  Memberikan sebuah informasi yang mendalam tentang apa yang terdapat dalam sebuah karya. 
  • Resensi juga memiliki sifat ajakan untuk para penikmat suatu karya untuk memikirkan, mediskusikan dan menindaklanjuti konflik yang terjadi dalam sebuah karya tersebut. 
  • Resensi juga berfungsi sebagai media untuk mempertimbangkan apakah karya tersebut layak untuk mendapatkan sambutan dari para penikmat karya satra atau tidak.
  • Resensi juga berfungsi sebagai media untuk menajwab semua pertanyaan dari para penikmat sebuah karya mengenai isi dari karya atau buku tersebut.
Setelah kita membahas mengenai  pengertian serta tujuan dari sebuah resensi, kini saatnya kita membahas mengenai unsur-unsur dari sebuah resensi. Resensi tanpa adanya unsur yang mengandung di dalamnya maka resensi tersebut tidak akan sempurna. Maka berikut unsur-unsur dari sebuah resensi yaitu :
  • Identitas buku.
Dalam pembuatan sebuah resensi harus terdapat identitas mengenai karya satra tersebut. misalnya akan membuat sebuah resensi dari buku maka di dalam resensi dari buku tersebut harus terdapat identitas buku, adapun identitas buku meliputi  judul buku, nama pengarang, nama penerbit dan alamat, nomor edisi, dan ketebalannya, ukuran buku, warna dan ilustrasi jilid.
  • Ikhtisar buku.
Membuat sebuah ikhtisar buku harus berdasarkan ide pokok dalam isi buku. Dalam sebuah novel pembuatan ikhtisar dapat  dibuat berdasarkan keadaan ataupun pristiwa-pristiwa penting.
  • Kepengarangan.
Bagian kepengarangan ini berupa ulasan singkat yang berisikan latar belakang, keahlian, sikap-sikap serta karya-karya dari seorang pengarang. Biasanya sosok pengarang yang terdapat dalam kepengarangan  diletakan di depan atau di belakang buku.
  • Keunggulan dan kelemahan.
Penulis membuat sebuah khas atau kelebihan dari karyanya dan sekaligus meberikan penilaian terhadap karyanya. Menjelaskan kesulitan yang dialami saat membuat sebuah karya.
Agar anda semua lebih memahami mengenai resensi, selain dengan materi tentang resensi sekarang saatnya saya akan memberikan cotoh  sebuah resensi  dari sebauh novel yang terkenal  yang berjudul 


“Bunga cantik  di Balik Salju”.
Identitas Buku

Judul                     : Bunga Cantik di Balik Salju
Penulis                   : T. Andar
Penerbit                 : DIVA Press
Kota Terbit            : Yogyakarta
Tahun Terbit          : 2011
Cetakan                 : Ke-1
Deskripsi Fisik      : 458 hlm.; 19,5cm.
ISBN                     : 978-602-978-667-5

Sinopsis – Contoh Resensi Novel Bunga Cantik di Balik Salju

Di usia yang masih sangat muda, 19 tahun, Lana telah memutuskan untuk mengasuh Denniz, anak dari sahabatnya yang meninggal sewaktu melahirkan. Ayah si bayi sendiri, Brian, tidak mau mengakui anaknya. Pertentangan dari keluarga Lana jelas terjadi walau akhirnya mereka menerima Denniz dan membantu merawatnya.Hidup yang berat bagi Lana. Di usianya yang ke-25, dia memutuskan untuk tinggal sendiri bersama Denniz dan membiayai sendiri hidupnya dengan bekerja sebagai staf pengajar pada sebuah lembaga pendidikan asing.

Memiliki Denniz selama 6 tahun membuat Lana kebal saat orang-orang menatapnya dengan kagum, iba, sinis, atau pun jijik saat Denniz memanggilnya “mama”. Semua itu tidak mengubah apa pun, dia tetap mencintai Denniz dan menganggap keputusannya untuk mempertahankan Denniz adalah keputusan terhebatnya.

Cintanya kepada Denniz menjadikan dirinya mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri, termasuk kebutuhan akan seorang laki-laki yang seharusnya mulai ia pikirkan untuk mendampingi hidupnya kelak.

Hingga suatu hari, hadirlah sosok Dhimas, laki-laki keren dan pujaan banyak wanita memasuki kehidupan Lana. Dhimas yang hanya mengetahui bahwa Lana adalah seorang Ibu dengan satu anak menerima Lana apa adanya, seburuk apapun masa lalu Lana tanpa ia tau keadaan yang sebenarnya.

Namun tidak semudah itu untuk Lana menerima Dhimas sebagai pendamping hidupnya, serta menjadi pabrik figur seorang Ayah untuk Denniz. Butuh pertimbangan yang tidak sedikit untuk hal itu, hingga ia memutuskan untuk menerima Dhimas sebagai Suaminya.

Akhirnya, Lana menerima Dhimas, dan mereka segera menikah. Hingga suatu ketika Dhimas mempertemukan Lana dengan keluarga besar Dhimas, terbukalah rahasia besar bahwa sebenarnya Lana belum pernah melahirkan seorang anak dan membuat Dhimas sangat terkejut.

Lana dan Dhimas akhirnya resmi menikah.

Secara garis besar resensi yaitu ulasan dari ide-ide pokok yang terdapat dalam sebuah karya sastra baik itu berupa novel, atau lainnya. Demikain pembahasan mengenai resensi semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih.
Pengertian Dan Contoh Resensi Secara Lengkap | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar