Pengertian Dan Pembahasan Tentang Hormon Progesteron, Hormon Tiroid, Dan Hormon Insulin

Salah satu zat kimia yang mengatur sistem kerja tubuh adalah hormon. Banyak fungsi penting dari organ tubuh di atur oleh jumlah hormon yang beredar di dalam darah. Zat yang diproduksi oleh kelenjar ini disalurkan melalui hormon hingga sampai pada organ yang ditargetkan. Salah satu contohnya adalah pada organ kewanitaan yang di atur oleh hormon progesteron. Ini adalah salah satu contoh penting dari hormon. Gejala penting  pada wanita seperti menstruasi, dan kehamilan adalah contoh aktifitas hormon. Masih ada beberapa contoh lain organ penting pada tubuh manusia yang disebabkan oleh fungsi penting hormon. Pada artikel ini kita akan membahas tiga jenis hormon yang memiliki peran penting pada sistem kerja tubuh. Berikut penjelasan tentang hormon progesterone, hormon tiroid, dan hormon insulin.
  • Hormon Progesteron
Hormon progesterone adalah hormon yang berfungsi untuk memelihara kehamilan pada wanita dan diproduksi di bagian ovarium, plasenta (saat masa kehamilan), dan pada kelenjar adrenal. Hormon ini mengatur berbagai macam fungsi hormon pada tubuh manusia. Ketika wanita memasuki periode pembuahan atau kehamilan serta saat haid, hormon progesteron turut memainkan peran dalam pengaturannya. Selain itu, hormon progesterone juga turut berperan dalam meningkatkan gairah manusia.

Peran progesterone untuk wanita adalah membuat endometrium(lapisan rahim) menyalurkan protein selama paruh kedua siklus menstruasi, mempersiapkan ovarium dan memeliharanya untuk dibuahi. Namun apabila tidak terjadi pembuahan, kadar estrogen dan progesterone akan menurun sehingga mengakibatkan endometrium pecah dan terjadi menstruasi. Kadar progesteron yang tinggi dapat mengakibatkan gejala pramenstruasi  (PMS), seperti perubahan suasana hati, nyeri pada payudara, dan merasa kembung.

Pada saat terjadi kehamilan, hormon progesterone memiliki peran yang berbeda lagi. Progesterone di produksi di plasenta pada masa kehamilan dengan kadar yang tinggi dengan kombinasi estrogen dan progesterone sehingga menekan ovulasi. Kadar progesterone dan estrogen yang tinggi ini mendorong pertumbuhan kelenjar penghasil susu pada payudara selama masa kehamilan.
  • Hormon Tiroid
Hormon tiroid yang diproduksi oleh kelenjar tiroid yang letaknya di leher, tepatnya di depan tenggorokan, bertanggung jawab untuk mengatur metabolism, pertumbuhan dan perkembangan, pengeringan kulit, dan pengaturan kolesterol.


Pada fungsi metabolism tubuh, hormon tiroid betanggung jawab untuk mengatur penggunaan makanan yang diserap oleh tubuh. Bahan makanan yang dikonsumsi oleh tubuh akan dibakar oleh tubuh sehingga menjadi panas dan energi untuk melakukan aktifitas. Jumlah hormon tiroid yang berlebihan dapat menyebabkan perubahan fisis dalam berat badan.

Pada proses pembentukannya, hormon tiroid terbentuk dalam dua macam, yaitu tiroksin (T4) dan Triiodotironin (T3). Tiroksin adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yagn memiliki efek ringan terhadap percepatan metabolisme tubuh. Selanjutnya, tiroid akan dirubah di dalam hati dan organlainnya sehingga akan menjadi bentuk aktif dan disebut triiodotironin (T3).  Hasil dari perubahan ini akan menghasilkan 80% hormon aktif atau triiodotiroin dan sisanya 20% kelenjar tiroid yang mengakibatkan efek ringan.

Ketidakseimbangan yang diakibatkan oleh hormon tiroid adalah gangguan sistem tubuh dan hiperfungsi tiroid. Gangguan sistem tubuh yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon tiroid dibagi menjadi 2, yaitu hipotiroidisme primer dan hipotiroidisme sekunder. Pada penyakit hipotiroidesme primer, gejala yang diakibatkan adalah kelenjar tiroid tidak mampu menghasilkan hromon. Sehingga bila ini terjadi, sistem metabolisme tubuh juga akan terganggu. Sedangkan ketika terjadi hipotiroidisme sekunder, gejala yang diakibatkan adalah gejala flu, perkembangan mental dan fisik pada anak-anak yang lambat sehingga terjadi pengerdilan serta cacat mental. Sedangkan ketika terjadi hiperfungsi tiroid, gejala yang diakibatkan oleh jumlah produksi hormon yang berlebihan ini mengakibatkan penyakit gondok atau graves.
  • Hormon Insulin
Hormon insulin memiliki fungsi dalam pengaturan kadar glukosa yang berlawanan dengan glukagon. Hormon insulin adalah hromon yang diproduksi oleh kelenjar pancreas dan disalurkan melalui aliran darah. Kadar hormon insulin di dalam darah yang seimbang mencegah penyakit diabetes, karena kadar gula darah di dalam tubuh di atur oleh hormon ini.

Hormon insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh organ pancreas yang merupakan kelenjar endokrin dan sekaligus eksokrin. Kelenjar pancreas menghasilkan dua hormon sekaligus yaitu hormon insulin dan hormon glucagon. Kedua hormon ini bekerja secara berlawanan dalam pengaturan kadar gula darah. Insulin berfungsi sebagai pengtur kadar gula dalam darah dan ketika kadar gula terlalu banyak, insulin akan menurunkan kadar gula darah. Namun ketika kadar gula dalam darah terlalu sedikit, hormon glukagon akan meningkatkan kadar gula dalam darah sehingga mancapai titik keseimbangan. Kadar glukosa yang dibutuhkan dalam darah adalah berkisar antara 90mg dalam 100mL darah (90mg/100mL). Berkurang atau banyaknya kadar gula dalam darah biasanya disebabkan oleh jumlah pemakaian energi. Ketika kita mengkonsumsi makanan yang mengandung glukosa namun aktifitas yang dilakukan tidak terlalu berat akan mengakibatkan kadar gula dalam darah tinggi, saat inilah hormon insulin berperan. 
 
Pengertian Dan Pembahasan Tentang Hormon Progesteron, Hormon Tiroid, Dan Hormon Insulin | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar