Pengertian Dan Cara Penggunaan Majas Dalam Puisi


Majas digunakan secara lisan maupun tulisan, majas merupakan gaya bahasa yang tak biasa, karena majas merupakan suatu gaya bahasa yang indah dengan  menghasilkan efek-efek tertentu kepada pembaca atau pendengarnya. Majas sering digunakan dalam karya sastra seperti prosa dan puisi, dan tanpa di sadari dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan majas. Dalam karya sastra majas lebih sering digunakan dalam puisi, dalam sebuah karya satra majas merupakan hal yang penting karena dengan adanya majas bisa memunculkan efek nilai rasa yang berbeda setiap baitnya. Seperti halnya dalam pemilihan kata yang mengadung unsur majas akan lebih manis dan memiliki arti yang jauh akan lebih sampai dengan pembaca atau pendengarnya.

Majas dapat memberikan nilai rasa yang berbeda pada sebuah karya karena majas majas dapat memberikan kegembiraan dengan sifatnya yang imajinatif terhadap pembaca atau pendengar, majas merupakan tempat untuk menyampaikan sebuah hal yang abstrak menjadi kongkrit dan majas merupakan gaya seseorang untuk mengungkapkan perasaan agar memunculkan efek yang lebih padat dan detail. Pada pembahasn kali ini, saya akan mebahas mengenai majas yang terdapat dalam puisi. Puisi merupakan salah satu karya sastra yang menggunakan hal lain sebagai fungsi untuk menyampaikan maksud sangpenulis.  Agar anda lebih jelas mengenai contoh majas yang terdapat dalam puisi, simaklah puisi di bawah ini :


kepalaku: kantor paling sibuk di dunia

engkau tahu? kepalaku: kantor paling sibuk di dunia.
anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana.
tidak mengenal hari minggu atau hari libur nasional.
tidak pula mengenal siang dan malam. tidak mengenal
apa-apa kecuali bekerja, bekerja, bekerja, dan bekerja.
kadang-kadang ingin sekali suatu pagi melihatnya datang
menyodorkan sehelai map berisi surat permohonan cuti.
ingin pergi ke satu tempat yang jauh, mengasingkan diri
beberapa hari di awal desember yang lembab sembari
merayakan hari ulang tahun sendiri. lalu di depan pintu
kantor terpasang sebuah tanda berwarna merah: tutup.
tetapi ia betul-betul seorang pekerja keras.
setiap saat ia berada di kantor. mungkin hendak
menyelesaikan seluruh persoalan waktu yang tidak
pernah mampu selesai itu: tentang masa lampau
yang tersisa di masa sekarang, tentang keinginan
berhenti atau tak berhenti, juga tentang perihal lain
yang sepele namun sungguh rumit buat dijelaskan.
ya, percayalah. kepalaku: kantor paling sibuk di dunia.
anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah di sana:
engkau saja.
Puisi Karya M. Aan Mansyur Tahun 2007


Dalam puisi di atas terdapat begitu banyak kata yang bermajas seperti “engkau tahu? kepalaku: kantor paling sibuk di dunia.” Penggalan kalimat ini bisa dimasukkan ke dalam jenis majas asosiasi atau simile.  Dan masih banyak lagi kata yang bermajas yang digunakan sang penulis untuk lebih membuat puisi ini indah. Agar lebih paham, Simaklah contoh puisi berikut ini yang bermajas personifikasi karya “lelaki budiman”

Aku memangil hujan, semoga masih ada seidkit waktu.
Untuk menghapus dahagaku, haus aku pada kata-katamu.
Pada tangismu, pada tawamu. Dan segala apapun yang kau
Lagukan padaku.
Aku ingin memanggil hujan. S eperti malam ini, saat kau
Mengirim air matamu. Saat kata-kataku emncoba mengusap
Pipimu, mengusap punggungmu, mendekap t.
Aku ubuhmu. Dan
Segala apapun yang menjadi tenangmu
Aku ingin memanggil hujan.
Sapalah sepiku: kau!

Pada puisi di atas karya lelaki budiman merukan puisi yang bermajaskan personifikasi di tandai dengan liriknya yaitu “saat kata-kataku mencoba mengusap pipimu, mengusap punggungmu dan mendekap tubuhmu”. Kata-kata tersebut adalah merupakan benda mati yang seolah-olah kata tersebut adalah tangan manusia yang melakukannya. Penggunaan kata tersebut dalam puisi di atas lebih bisa dijadikan alat untuk mengungkapkan perasaan seseorang dan akan lebih menenangkan hati pembaca atau pendengarnya. Demikian majas yang terdpat dalam puisi, semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih.

Pengertian Dan Cara Penggunaan Majas Dalam Puisi | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar