Pengertian Nomina dan Pronomina Secara Lengkap

Pengertian Nomina dan Pronomina Secara Lengkap
Istilah nomina dan pronomina tentu telah tidak asing lagi terdengar. Pada kesempatan kali ini saya akan menguraiakan penjelasan lengkap mengenai kedua istilah tersebut.

A. Nomina

Nomina alias dikenal juga sebagai kata benda merupakan tipe kata yang dipakai untuk menyebutkan sebuahbenda alias yang dibendakan. Faktor ini sebab kata benda menduduki manfaat sebagai subjek alias objek dalam sebuah kalimat. Nomina bisa dibedakan dari dua sisi, segi semantik dan segi sintaksis. Nomina pada segi semantik merupakan tipe nomina yang menyebutkan benda, contoh nomina semantik bakal rutin mengacu pada manusia, binatang, tumbuhan, dan benda lain. Sementara itu, nomina sintaksis merupkan kelompok kata kerja (non benda) yang dibendakan, untuk memenuhi manfaat tertentu dalam sebuat kalimat (subjek, objek, alias pelengkap). Nomina sintaksis, tidak jarangkali berada dalam bentuk frase (perpaduan kata) bukan kata tunggal. Adapun ciri-ciri nomina sintaksis yaitu:

1. Bermanfaat sebagai subjek, objek, alias pelengkap

Pada tipe kalimat verba, artinya kalimat yang bersifat kata kerja, nomina mendduki manfaat sebagai subjek alias objek alias pelengkap. Sebab ketiga faktor tersebut wajib bersifat kebendaan. Contoh:

• Bali mendapat apresiasi dari Presiden. (nomina sebagai subjek)
• John membaca buku. (nomina sebagai objek)
• Rossy meraih podium pertama pada race di japan. (nomina sebagai pelengkap)

2. Nomina tidak bisa dijadikan bentuk ingkar dengan kata “ tidak” tetapi “bukan”

Bentuk negatif dari kalimat nomina iyalah memakai kata”bukan”, bukan kata “tidak”. Contoh:

• Dirinya merupakan guruku. (bentuk positif)
• Dirinya bukan guruku. (bentuk negatif yang benar)
• Dirinya tidak guruku. (bentuk negatif yang salah)

3. Kata nomina biasa diikuti dengan kata sifat

Dalam sebuahkalimat, acapkali kami menemukan bahwa kata nomina rutin diikuti dengan kata sifat. Berikut contohnya:

• Wanita yang tampan itu menikah dengan seorang wanita dari Jerman.
• Jimmy mempunyai anak gadis yang cantik
• Semenjak Agus berhutang pada rentenir kejam itu ia menjadi melarat.

4. Bisa diduplikaksikan

Artinya kata nomina bisa diubah menjadi bentuk majemuk untuk menyebutkan benda yang lebih dari satu contoh:

• Siswa – siswi
• Bapak – bapak
• kekanak-kanakan
• buku – buku
• dll.

Kata nomina juga bisa diawali dengan kata “dari”. contoh:

• Batu permata ini terbuat dari emas.
• Dari Lampung mengangkat kasih untuk korban bencana alam Sinabung.
• Mei anak ke lima dari enam bersaudara.

B. Pronomina

Pronomina disebut juga dengan kata ganti benda, merupakan kata yang menggantikan kata benda(nomina) yang dimaksud. Ciri - ciri pronomina yaitu:
 
Menduduki manfaat subjek alias objek dalam sebuh kalimat.  Penyebutannya bisa beubah-berubah tergantung pada siapa kami berbicara, siapa yang berbicara, alias siapa yang dibicarakan.
 
Pronomina bisa dibedakan menjadi dua tipe berdasarkan pada kedekatan hubungannya dengan nomina dan relefansinya. Adapun macam-macam pronomina yaitu:

1. Pronomina intratekstual

Adalah tipe pronomina yang menggantikan kata benda (nomina) yang ada di dalam wacana. Contoh:
  • Rossy merupakan pembalap mutlak kelas motogp. Ia berasal dari Barcelona, Spanyol.
  • Buku yang ditulis Ibu mendapat sambutan dari menteri lingkungan nasib. Itu merupakan karya paling baik yang sempat ia punya.
  • Yonny telah melepas masa lajangnya pada kamis lalu dengan mantan putri solo tahun 2009, Selvi Ananda. Mereka yakin untuk menghabiskan sisa nasibnya bersama.
2. Pronomina ekstratekstual

Sementara tipe pronomina ini menggantikan kata benda yang berada di luar wacana. Tetapi dalam pembicaraan yang memakai pronomina ekstratekstual, yang diajak bicara tahu nomina yang dimaksud dalam perbincangan walau tanpa butuh membahas. Contoh:
  •     Mereka berangkat berlibur ke Kute, Bali.
  •     Tidak satupun yang bisa hebat hatiku.
  •     Kamu  jangan berangkat tanpa berpamitan.
Selain diatas, pronomina juga bisa digolongkan berdasarkan referennya. Jels alias tidaknya referen membedakan pronomina menjadi dua:
Pronomina takrif. Yakni pronomina yang menggantikan kata benda yang referennya jelas. Yang tergolong ke dalam pronomina ini ialah pronomina persona yakni yang menggantikan nomina dalam bentuk manusia. Pronomina persona bisa dibedakan menjadi tiga berdasarkan aspek pandangnya:
  •  Persona pertama yakni pronomina yang menggantikan orang pertama yaitu aku, saya, daku, -ku, hamba, dan lain- lain.
  •  Persona kedua yaitu pronomina dalam bentuk jamak ataupun tunggal. Yaitu engkau, kamu, kau, kamu , -mu.  Sementara persona kedua dalam bentuk jamak contohnya ialah kamu sekalian, kami.
  • Persona ketiga yaitu pronomina yang menggantika nomina orang ketiga. Bisa berbentuk jamak maupun tunggal. Pronomina dalam bentuk tunggal yaitu, ia, dia, -nya, beliau. Sementara pronomina dalam bentuk jamak yaitu mereka.
2. Pronomina tidak takrif

Jenis pronomina ini menggantikan alias menanyakan nomina dalam bentuk non persona alias persona. Yang tergolong pronomina tidak takrif:
  • Pronomina penunjuk. Dipakai untuk menggantikan alias menanyakan penunjuk arah, tempat, alias benda lainya. Contoh: ini, itu, disana, disini, ke, dan lain- lain.
  • Pronomina penanya merupakan pronomina yang khusus untuk menanyakan pelaku, objek, alias tempat, dan lainya. Contoh: siapa, apa, dimana, kapan, bagaimana, dan lainnya.

Pengertian Nomina dan Pronomina Secara Lengkap | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar