Pengertian, Definisi, Kegunaan Dan Contoh Diksi Lengkap

Dalam sastra, penggunaan diksi rutin disinggung sebab mempunyai peran yang lumayan penting. Di dalam puisi, umpama, pemilihan diksi berkorelasi dengan irama musikal yang bakal ditimbulkan puisi tersebut.

Pengertian Diksi

Lalu, apa sebetulnya diksi itu?
Diksi merupakan opsi kata. Maksudnya, kami memilih kata yang cocok untuk menyebutkan sesuatu. Opsi kata yang merupakan salah satu unsur yang cukup penting, baik dalam dunia katang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. Dalam memilih kata yang secocok-cocoknya untuk menyebutkan sebuahmaksud, kami tak bisa lari dari kamus. Kamus memberbagi sebuahkecocokan terhadap kami mengenai penggunaan kata-kata. Dalam faktor ini, makna kata yang cocoklah yang diperlukan.

Kata yang cocok bakal menolong seseorang mengungkapkan dengan cocok apa yang ingin disampaikannya, baik lisan maupun tulisan. Di samping itu, pemilihan kata itu wajib pula sesuai dengan situasi serta tempat penggunaan kata itu.

Contoh:
  •     Nenekku mampus tadi pagi (tidak cocok)
  •     Nenekku meninggal dunia tadi pagi (cocok)
 Definisi Diksi

Opsi kata alias Diksi merupakan sebuah pemilihan kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapkan. Diksi  atau Pilihan kata mencakup arti kata – kata mana yang wajib dipakai untuk mencapai sebuahgagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata – kata yang cocok alias memakai ungkapan – ungkapan, serta gaya mana yang terbaik dipakai dalam sebuahsituasi.
  
Kegunaaan Diksi

Kegunaaan Opsi kata alias Diksi merupakan Untuk mendapatkan keindahan guna meningkatkan daya ekspresivitas. Maka sebuah kata bakal lebih jelas, apabila opsi kata tersebut cocok serta sesuai. Kecocokan opsi kata berfungsi supaya tak memunculkan interpretasi yang berlainan antara penulis alias pembicara dengan pembaca alias pendengar, sedangkan kesesuaian kata berfungsi supaya tak merusak suasana. Tidak hanya itu berkegunaaan untuk menghaluskan kata serta kalimat supaya terasa lebih indah. Serta juga dengan adanya diksi oleh pengarang berkegunaaan untuk mendukung jalan cerita supaya lebih runtut mendeskripsikan tokoh, latar waktu, latar tempat, dan  latar sosial dalam cerita tersebut.


Kegunaaan Diksi 
 
  • Bisa membedakan dengan cara cermat kata-kata denitatif serta konotatif, bersinonim serta hapir bersinonim, kata-kata yang mirip dalam ejaannya.
  • Bisa membedakan kata ciptaan sendiri dan juga kata yang dikutip dari orang yang populer yang belum diterima dimasyarakat. Jadi bisa menyebabkan persengketaan dalam masyarakat.
Contoh Kalimat Diksi
  1. Sejak dua tahun yang lalu ia membanting tulang untuk mendapatkan kepercayaaan masyarakat
  2. Dirinya merupakan wanita cantik (denotatif)
  3. Dirinya merupakan wanita manis (konotatif)
  4. APBD RI mengalami kenaikan lima belas persen (kata konkrit)
  5. Kebenaran (kata abstrak) pendapat itu tak terlalu tampak

Sebelum menentukan opsi kata, penulis wajib memperhatikan dua faktor pokok, yakni: persoalan makna serta relasi makna :
 
Makna sebuah kata aatau sebuah kalimat merupakan makna yang tak rutin berdiri sendiri. Adapun makna menurut (Chaer, 1994: 60) terbagi atas berbagai kelompok yaitu :
  1. Makna Leksikal adalah : Sebuah makna yang sesuai dengan referennya, dan hasil observasi alat indera atau makna yg sungguh-sungguh nyata dlm kenasiban kita. Contoh: Kata tikus, makna leksikalnya merupakan binatang yang menyebabkan timbulnya penyakit (Ayam itu mati diterkam kucing).
  2. Makna Gramatikal adalah : untuk menyebutkan makna-makna alias nuansa-nuansa makna gramatikal, untuk menyebutkan makna jamak bahasa Indonesia, memakai proses reduplikasi semacam kata: buku yg bermakna, buku,menjadi buku yang bermakn
  3. Makna Referensial serta Nonreferensial adalah : Makna referensial & nonreferensial perbedaannya merupakan berdasarkan ada tidaknya referensi dari sebuah kata itu. Maka kata-kata itu mempunyai referen, yaitu sesuatu yang di luar bahasa kata itu. Kata bermakna referensial, kalau mempunyai referen, sedangkan kata bermakna nonreferensial kalau tak mempunyai referen. Contoh: Kata meja serta kursi (bermakna referen). Kata sebab serta tetapi (bermakna nonreferensial).

Makna Denotatif serta Konotatif
 
Makna denotatif merupakan makna asli, makna asal alias makna sebetulnya yang dimiliki oleh leksem. Contoh kata: Kata kurus, bermakna denotatif keadaan tubuhnya yang lebih kecil dan ukuran badannya yang normal.  Makna konotatif merupakan makna lain yang ditambahkan pada sebuah makna denotatif tadi yang berhubungan dengan kualitas rasa orang / kelompok orang yang memakai kata tersebut. Contoh: Kata kurus pada contoh di atas bermakna konotatif netral, artinya tak mempunyai kualitas rasa yang mengenakkan, tetapi kata ramping bersinonim dengan kata kurus itu mempunyai konotatif positif, kualitas yang mengenakkan. Orang bakal bahagia bila dikatakan ramping.

Satuan semantic
 
Semacam pada kebanyakan bentuk leluasa yang kurangal yang disebut di atas ini, metode ini memilah-milih kalimat ke dalam sebuah kesatuan semantik yang paling kecil. Tetapi, bahasa tak jarang memuat kata yang mempunyai kualitas semantik kecil (dan tak jarang memainkan peran yang lebih gramatikal), alias kesatuan-kesatuan semantik yang merupakan kata majemuk.
Dalam prakteknya, para pakar bahasa memakai campuran semua metode ini untuk menentukan batas kata dalam kalimat. Tetapi penggunaan metode ini, definisi persis kata tak jarang tetap sangat sukar ditangkap.
Pengertian, Definisi, Kegunaan Dan Contoh Diksi Lengkap | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar