Pengertian Dan Contoh Penulisan Hasil Diskusi Kelompok

Diskusi bukanlah sebuah kata asing bagi kita. Diskusi merupakan sebuah kegiatan dimana sekelompok orang (dua atau lebih) berkumpul saling berinteraksi untuk mengulas sebuah topik. Di sekolah, kami tak jarang diberbagi tugas oleh guru untuk mendiskusikan sebuahmata pelajaran yang sedang dibahas. Diskusi dalam kelas diatur oleh guru, guru mengelompokkan siswa ke dalam sebuahkelompok yang heterogen. Tujuannya untuk melatih kerja sama siswa dalam mencari solusi bakal sebuahtopik. Tidak hanya itu, dengan diskusi, siswa bisa melatih diri untuk saling bergotong-royong dalam meperbuat pekerjaan. Penerapan diskusi tak bisa diperbuat pada setiap sudut aktivitas siswa.

Pada saat ujian, itu bukanlah peristiwa yang cocok untuk meperbuat diskusi dalam mencari penyelesaian dari tiap pertanyaan yang ada. Metode diskusi biasa dipakai guru saat pembelajaran berjalan. Meskipun metode ini tak hanya dipakai pada jam pembelajaran sekolah, tetapi berbagai agenda lainnya juga tak jarang memakai metode ini, semacam seminar, pelatihan, alias workshop.  Dalam sebuahpembelajaran, metode diskusi kerap kali dipilih oleh guru sebagai pilihan belajar. Metode ini dipilih sebab manjur dalam proses belajar. Tidak hanya mengefisiensikan waktu, metode tipe ini juga bisa membikin siswa aktif dalam pembelajaran.

Sebuah diskusi, bisa diawali dengan brainstorming antar siswa, yang diperoleh dari pertanyaan yang muncul saat pembelajaran.  Dengan adanya laporan ini, bisa menolong guru untuk mekualitas kelompok mana yang sangatlah mengikuti jalannya diskusi. Oleh sebab itu, seriap siswa dalam kelompok wajib sangatlah mengikuti diskusi supaya bisa membikin laporan diskusi dengan baik.

Contoh teks laporan Pelajaran Biologi.

Laporan Hasil Diskusi Kelompok

Kelompok : III (Tiga)
Kelas  : X IPA – I
Sekolah     : SMA Negeri 1Seputih Raman, Lampung Tengah

I. Tujuan
Melatih kemampuan siswa dalam sebuah organisasi kelompok undak dapat belajar mengemukakan sebuah pendapat

II. Topik Diskusi
Asal usul kehidupan

III. Pelaksanaan
Waktu : Rabu, 15 Mei 2016
Tempat : Kelas X IPA I, SMA N 1 Seputih Raman
Kelompok Penyaji : Kelompok 5, yang beranggotakan:
- Anisa Subandino (Sebagai Moderator)
- Komang Agustine (Notulen)
- Sinta Ayu Fitri (Penyaji -1 / Ketua Kelompok)
- Rehan Prawitra (Penyaji – 2)

Peserta  : Seluruh siswa – siswi kelas X IPA – I SMA N 1 Seputih Raman

IV. Hasil Dsikusi

Penelitian yang telah dilakukan oleh ilmuan dengan kemampuan dan pendidikan yang dimiliki untuk mengungkapkan sebuah teori dan hasil tentang asal usul kehidupan, dan ahirnya menghasilkan teori yaitu:

Pengertian Dan Contoh Penulisan Hasil Diskusi Kelompok
a. Teori abiogenesis

Teori ini pertama kali ditemukan oleh tokoh filsuf yang berpengaruh pada masa itu, yakni Aristoteles. Teori ini mengungkapkan bahwa kenasiban (makhluk nasib) berasal dari benda tidak nasib, alias dikenal juga dengan teori Generatio Spontanea yaitu pembentukan dengan cara spontan. Teori ini diperoleh Aristoteles berdasarkan pengamatannya kepada benda-benda nasib kurang lebih, ia menonton ikan yang keluar dari lumpur, tidak hanya itu ia menonton belatung yang keluar dari sebuah daging yang sudah busuk. Berdasarkan hasil pengamatan itu, Aristoteles menyimpulkan bahwa makhluk nasib (belatung, ikan) timbul dengan cara spontan dari benda tidak nasib (lumpur, daging) dengan adanya gaya nasib. Teori ini didukung oleh ilmuwan lainnya yakni A.V. Leewuenhoek, serta J. Needham.

b. Teori biogenesis

Adalah teori yang menentang teori abiogenesis, yaitu teori yang menyebutkan bahwa makhluk nasib (kenasiban) berasal dari makhluk nasib sebelumnya. Teori ini didapatkan dari percobaan yang diperbuat oleh Francisco Redi, L. Spalanzani, serta Louis Pasteur. Pada percobaan yang diperbuat Pasteur lah teori abiogenesis bisa ditumbangkan seusai beratus-ratus tahun dipercaya oleh masyarakat.

c. Teori Biokimia

Teori ini diungkapkan oleh berbagai ilmuwan modern yakni Oparin, H. Urey serta S. Miller. Menurut teori ini, kenasiban terbentuk dari sebuah reaksi antara senyawa kimia yang mana pertama kali tersedia di bumi, yaitu senyawa metana (CH4), hidrogen (H2), amoniak (NH3), serta air (H2O) yang bereaksi dampak adanya energi listips yang berasal dari halilintar. Reaksi keempat senyawa ini membentuk sebuah endapan yang dalam bentuk asam amino, kemudian dari asam amino yang terbentuk, menginisiasi pembentukan makhluk nasib yang pertama, heterotrof. Dampak aktivitas biologis dari organisme tersebut, maka menginisiasi pembentukan makhluk nasib selanjutnya yang bersifat autotrof. Kemudian, adanya pengaruh lingkungan serta sebagainya menyebabkan pembentukan kenasiban semacam kini yang amat beragam.

V. Kesimpulan serta Saran

Berdasarkan diskusi yang telah dilaksanakan, bisa disimpulkan bahwa asal-usul kenasiban tetap bersifat misteri. Walau kemajuan teknologi makin muthahir, tetapi faktor itu belum bisa menjawab bagaimana kenasiban ini berawal. Teori-teori yang diungkapkan oleh para ilmuwan, kerap kali tersedia kekeliruan dengan ditemukannya teori-teori yang baru. Dengan demikian, asal-usul kenasiban tetap sampai saat ini belum ditemukan kebenarannya.

Adapun saran terkait jalannya diskusi ini yaitu, walau telah berlangsung dengan baik, tetapi moderator minim berperan dalam mengatur jalannya diskusi. Jadi materi diskusi yang sedang dibahas menjadi tidak fokus pada topik yang disaapabilan. Performa menjawab para penyaji pun dirasa minim menguasai materi ini. Sehingga, tersedia berbagai pertanyaan yang belum terjawab.
Pengertian Dan Contoh Penulisan Hasil Diskusi Kelompok | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar