Pengertian Amnesti Pajak Momentum Perbaikan Ekonomi Nasional

Amnesti Pajak Momentum Perbaikan Ekonomi Nasional
Seiring dengan disahkannya Undang-Undang  Nomor 11 Tahun 2016 mengenai Pengampunan Pajak (Amnesti Pajak) oleh Presiden RI tanggal 1 Juli 2016, Tahun ini diinginkan bakal menjadi peristiwatum penting bagi pembetulan ekonomi nasional. Melewati kebijakan ini Pemerintah bertekad untuk membenahi kondisi perekonomian, mempercepat pembangunan, dan mengurangi pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan.

Amnesti Pajak harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi yang bersifat mendasar, tak semata-mata kebijakan terkait fiskal, apalagi khusus pajak. Kebijakan ini memiliki dimensi lebih luas. Dari segi pajak, ada potensi penerimaan yang bakal meningkatkan Biaya Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), baik sekarang maupun tahun-tahun mendatang jadi membikin APBN lebih berkelanjutan.

Dari segi moneter, Amnesti Pajak bisa menyediakan tambahan likuiditas bagi sistem keuangan dalam negeri, meningkatkan cadangan devisa dan menolong memperkuat kualitas tukar rupiah. Tak kalah penting adalah peranan amnesti pajak sebagai instrumen untuk meningkatkan investasi dalam negeri, menciptakan lapangan pekerjaan hingga mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, kebijakan ini sangat strategis sebab akibatnya yang makro, menyeluruh, dan fundamental bagi perekonomian Indonesia.

Kesuksesan pembangunan nasional sangat didukung oleh pembiayaan yang berasal dari masyarakat, yaitu penerimaan pajak. Supaya peran dan ini bisa terdistribusikan dengan merata tanpa ada pembeda, butuh diciptakan sistem perpajakan yang lebih berkeadilan dan berkepastian hukum. Faktor ini didasarkan pada tetap maraknya aktivitas ekonomi di dalam negeri yang belum alias tak dilaporkan terhadap otoritas pajak. Aktivitas yang tak dilaporkan tersebut mengusik rasa keadilan bagi para harus pajak yang telah berkontribusi aktif dalam melaksanakan keharusan perpajakan. Untuk itu, butuh diterapkan langkah khusus dan terobosan kebijakan guna mendorong pengalihan harta (repatriasi) ke dalam wilayah Republik Indonesia sekaligus memberbagi jaminan keamanan bagi warga negara Indonesia yang ingin mengalihkan dan mengungkapkan harta yang dimilikinya dalam bentuk amnesti pajak.

Kebijakan amnesti pajak diperbuat dalam bentuk pelepasan hak negara untuk menagih pajak yang seharusnya terutang. Oleh sebab itu, telah sewajarnya apabila Harus Pajak diharuskan untuk bayar uang tebusan atas pengampunan pajak yang diperolehnya. Arti amnesti pajak sendiri adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan tutorial mengungkap harta dan bayar uang tebusan.

Amnesti Pajak terbuka bagi seluruh masyarakat, baik harus pajak badan maupun orang pribadi, termasuk harus pajak yang termasuk dalam UMKM dengan tarif yang sangat rendah. Program ini didukung oleh semua unsur penegak hukum. Bahkan, dalam beberapa sosialisasi Presiden Joko Widodo dengan cara langsung mengundang seluruh masyarakat untuk mekegunaaankan program amnesti pajak, yang hanya berlaku hingga dengan 31 Maret 2017 dan tak bakal diperpanjang alias ditawarkan lagi di masa yang bakal datang.

Sekaranglah saat yang cocok untuk mendukung Pemerintah membenahi kondisi perekonomian nasional dengan mekegunaaankan amnesti pajak dan memaksimalkan kontribusi terhadap Negara. Ingat, minim dari dua tahun ke depan bakal terus kecil kemungkinan untuk menyembunyikan harta di luar negeri sebab terus transparannya sektor keuangan global dan meningkatnya intensitas pertukaran info antarnegara. Tidak hanya itu, adanya era keterbukaan data bagi perpajakan menjadi peringatan bagi siapapun untuk tak lagi menyembunyikan hartanya dari otoritas pajak.

Mari segera kegunaaankan amnesti pajak dengan mengungkapkan seluruh harta yang belum dilaporkan di SPT tahunan PPh terbaru dalam surat pernyataan, kemudian meperbuat pembayaran uang tebusan, dan harus pajak bisa merasa lega manakala telah mendapatkan surat keterangan pengampunan pajak. Amnesti pajak: ungkap – tebus – lega.
Pengertian Amnesti Pajak Momentum Perbaikan Ekonomi Nasional | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar