Pengertian Dan Contoh Makna Denotatif beserta Konotatif

Pengertian Dan Contoh Makna Denotatif beserta Konotatif - Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menjelaskan secara detail pengertian dan makna denotatif dan konotatif.  Namun sebelum kita memasuki pada poin - poin yang penting alangkah baiknya kita membahas terlebih dahulu pengertiandenotatif dan konotati sebagai berikut :

Makna denotatif merupakan makna dalam alam wajar dengan cara eksplisit. Makna wajar ini merupakan makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif merupakan sebuahpengertian yang dikandung sebuah kata dengan cara objektif. Tak jarang juga makna denotatif disebut sebuah makna konseptual. Kata makan, misalanya, bermakna memasukkan sesuatu ke dalam mulut, dikunyah, serta ditelan. Makna makan semacam itu merupakan makna denotatif.

Makna konotatif merupakan makna asosiatif, makna yang muncul dari sikap sosial seseorang, sikap pribadi dan serta kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah arti makna konseptual. Makna konotatif tak sama dari zaman ke zaman. Ia tak tetap. Kata kamar kecil mengacu terhadap kamar yang kecil (denotatif), namun kamar kecil berarti juga jamban (konotatif). Dalam faktor ini, kami kadang-kadang lupa apakah sebuahmakna kata itu denotatif alias konotatif.

Kata rumah monyet mengadung makna konotatif. Bakal namun, makna konotatif itu tak bisa diganti dengan kata lain karena nama lain untuk kata itu tak ada yang cocok. Begitu pula dengan istilah rumah asap.  Makna konotatif yang sifatnya lebih profesional serta operasional daripada makna denotatif. Makna denotatif merupakan makna yang umum. Dengan kata lain, makna konotatif merupakan makna yang dikaitkan dengan sebuahkeadaan serta situasi tertentu.

Contoh:
  1. Penonton  =  pemirsa, pemerhati    
  2. Rumah  = wisma, graha dan gedung
  3. Dibuat  = dirakit, dibuat
Pengertian Dan Contoh Makna Denotatif beserta Konotatif
Makna konotatif serta denotatif berhubungan erat dengan keperluan pengguna bahasa. Makna denotatif ialah arti harfiah sebuah kata yang tanpa ada satu makna yang menyertainya, seangkan makna konotatif merupakan makna kata yang memiliki tautan pikiran, perasaan, serta lain-lain yang memunculkan kualitas rasa tertentu. Dengan kata lain, makna denotatif merupakan sebuah makna kata yang bersifat umum, sedangkan makna konotatif lebih bersifat pribadi serta khusus.

Kalimat di bawah ini menunjukkan faktor itu.
  1. Dirinya merupakan wanita cantik (denotatif)
  2. Dirinya merupakan wanita manis (konotatif)
Kata cantik lebih sering digunakan dibanding dengan kata manis. Kata cantik bakal memberbagi fotoan umum mengenai seorang wanita. Bakal namun, dalam kata manis terkandung sebuahmaksud yang lebih bersifat memukau perasaan kita.Kualitas kata-kata itu bisa bersifat baik serta bisa pula bersifat jelek. Kata-kata yang berkonotasi jelek bisa kami sebutkan semacam kata tolol hal ini lebih jelek dari pada bodoh, mampus (lebih jelek daripada mati), gubuk (lebih jelek daripada rumah). Di   pihak lain, kata-kata itu bisa pula mengandung arti kiasan yang terjadi ketika makna denotatif referen lain. Makna yang dikenakan terhadap kata itu dengan sendirinya bakal ganda jadi kontekslah yang lebih berperan dalam faktor ini.

contoh :
  1. Sejak lima tahun yang lalu ia membanting tulang untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Kata membanting tulang (makna denotatif merupakan membanting sebuah tulang) mengandung makna yang bekerja keras yang merupakan sebuah kata kiasan. Kata membanting tulang bisa kami masukkan ke dalam golongan kata yang bermakna konotatif.  Kata-kata yang dipergunakan dengan cara kiasan pada sebuahpeluang penyampaian semacam ini disebut idiom alias ungkapan. Semua bentuk idiom alias ungkapan termasuk dalam kata yang bermakna konotatif. Kata-kata idiom alias ungkapan merupakan sebagai berikut:
contoh :
  1. Keras kepala, panjang tangan, sakit hati
Pengertian Dan Contoh Makna Denotatif beserta Konotatif - Demikian pembahasan singkat tentang makna denotatif, Semoga dapat bermanfaat bagi teman teman semua. Terimakasih
Pengertian Dan Contoh Makna Denotatif beserta Konotatif | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar