Pengertian Dan Contoh Pencatatan Jurnal Penyesuaian Secara Lengkap

Pengertian Dan Contoh Pencatatan Jurnal Penyesuaian - Pada sebuah ahir priode belum semua akun dalam neraca saldo menunjukan akun sebenarnya(Rill). Misalnya akun pendapatan dan beban belum menunjukan jumlah pendapatan dan beban selama priode yang besangkutan.  Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas tentang pengertian jurnal penyesuaian dan contohnya.
  • Jurnal Penyesuaian 

Jurnal Penyusuaian adalah proses pencatatan perubahan saldo akun agar menunjukan saldo yang sebenarnya pada ahir priode tertentu.  Jurnal penyesuaian suatu penghitungan keuangan terhadap akun - akun yang telah menjadi pendapatan atau beban.  Jurnal penyesuaian berfungsi mencatat akun ril yang telah menunjukan jumlah sebenarnya, mengelompokan akun nominal atau menunjukan jumlah uang yang benar - benar menjadi pendapatan dan beban selama priode bersangkutan, serta mengelompokan akun rill dan akun nominal.  Akun rill( akun neraca) meliputi akun harta, uang dan nominal.  Akun nominal (akun laba atau rugimeliputi akun pendapatan atau beban.
  • Pencatatan Jurnal Penyesuaian 
Pengertian Dan Contoh Pencatatan Jurnal Penyesuaian Secara Lengkap - Akun akun yang tercatat pada neraca saldo perlu disesuaikan agar menunjukan saldo sebenarnya. Akun - akun yang disesuaikan dicatat dalam jurnal penyesuaian.  Akun - akun tersebut dapat diuraikan sebagai berikut ini.

1.  Perlengkapan

Perlengkapan adalah barang yang digunakan perusahaan untuk kegiatan operasional yang habis dipakai selama satu tahun.  Perlengkapan yang sudah terpakai akan menjadi beban pada ahir priode akutansi.  

Contoh :  Pada tanggal 5 Mei 2015 loundry D'Rapih membeli tunai perlengkapan sebesar Rp 100.000,000.  Pada tanggal 31 Mei 2015 perlengkapan yang tersisa adalah sebesar Rp 95.000.000.  Artinya perlengkapan yang habis terpakai sebesar Rp 5.000.000.  Jurnal penyesuaian beban perlengkapan sebagai berikut.

Beban Perlengkapan                                                                      Rp 5.000.000
Perlengkapan                                                                                 Rp 5.000.000

2.  Penyusutan Aktiva Tetap


Aktiva tetap adalah aktiva berwujud (kecuali tanah) yang siap dipakai dalam operasional perusahaan dan digunakan lebih dari satu tahun.  Contoh aktiva tetap adalah peralatan usaha, mesin, dan gedung.  Aktiva tetap mengalami penyusutan atau berkurangnya atau kemampuan untuk memberikan manfaat ekonomis secara berangsur - angsur.  
Contoh :  Pada tanggal 21 Agustus 2015 dalam neraca saldo terdapat akaun peralatan usaha sebesar Rp 6.500.000. Loundry D'Rapih menetapkan penyusutan peralatan sebesar 10% jadi penyesuaian penyusutan peralatan sebesar Rp 650.000.  Jurnalpenyesuaian penyusutan peralatan sebagai berikut.

Beban penyusutan peralatan                     Rp 650.000
Akumulasi penyusutan peralatan              Rp 650.000

Pengertian Dan Contoh Pencatatan Jurnal Penyesuaian

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Biaya Penyusutan
  • Harga perolehan  (Acquisition Cost)
Harga perolehan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap biaya penyusutan .  Harga perolehan merupakan pengeluaran - pengeluaran yang timbul dari proses pembelian hingga aktiva tersebutsiap beroprasi.  Harga perolehan diperoleh dari penghitungan nilai beli ditambah pengeluaran yang timbul dari proses pembelian hingga aktiva tersebut siap oprasi, misalnya biaya transportasi
  • Nilai residu ( salvage Value)
Nilai residu merupakan taksiran nilai atau potensi arus kas masuk apabila aktiva tersebut dijual pada saat penarikan  atau penghentian  ( retrement) aktiva.  Nilai residu tidak selalu ada.  Adakalanya suatu aktiva tidak memiliki nilai residu karna aktiva tersebut tidak dijual pada masa penariknya atau dibiarkan menjadi besi tua.
  • Umur Ekonomis Aktiva ( econmical Life Time)
Aktiva tetap memiliki 2 jenis yaitu :

1.  Umur Fisik

Umur fisik adalah umur yang dikaitkan dengan kondisi fisik suatu aktiva.  Suatu aktiva dikatakan masih memiliki umur fisik apabila secara fisik aktiva tersebut dalam kondisi baik ( walaupun mungkin sudah menurun fungsinya)

2.  Umur Fungsional

Umur Fungsional adalah umur yang dikaitkan dengan kontribusi aktiva tersebut dalam penggunaanya. Suatu aktiva dikatakan masih memiliki umur fungsional apabila aktiva tersebut masih memberikan kontribusi bagi perusahaan.  Walaupun secara fisik suatu aktiva masih dalam kondisi sangat baik,belum tentu memiliki umur fungsional.  Bisa saja aktiva tersebut tidak difungsikan akibat perubahan model atas produk yang dihasilkan. Kondisi ini biasanya terjadi pada mesin atau peralatan yang dipergunakan untuk menghasilkan suatu produk , aktiva tersebut sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman ( not fashionable), kondisi ini biasanya terjadi pada  jenis aktiva yang bersifat dekoratif (misalnya, furniture, mebeler, dan hiasan dinding.)  Dalam penentuan beban penyusutan yangdijadikan bahan penghitungan adalah umur fungsional biasa dikenal dengan umur ekonomis.
  • Pola Penggunaan Aktiva
Pola penggunaanaktiva berpengaruh terhadap tingkat keausan aktiva.  Untuk mengakomodasi situasi ini biasanya dipergunakan metode penyusutan yang paling sesuai.

Pengertian Dan Contoh Pencatatan Jurnal Penyesuaian Secara Lengkap - Demikian penjelasan singkat tentang penyesuaian dan pencatatan nya.  Semoga artikel ini dapat membantu teman - teman semua dalam sebuah proses belajar mengajar atau dalam dunia kerja.  Semoga bermanfaat dan Terimakasih
Pengertian Dan Contoh Pencatatan Jurnal Penyesuaian Secara Lengkap | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar