Pengertian Dan Contoh Kalimat Ambigu Lengkap

Pengertian Dan Contoh Kalimat Ambigu Lengkap-Pengertian kalimat ambigu adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu makna atau bermakna ganda. Dalam kalimat ambigu seseorang bisa mempersepsikan ke berbagai makna atau arti. Pada dasarnya kalimat ambigu dapat di klasifikasikan atau dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
  • Kalimat Ambigu Berdasarkan Gramatikal
  • Kalimat Ambigu Berdasarkan Leksikal
  • Kalimat Ambigu Yang Berdasarkan Fonetik
Penjelasan : 

Kalimat Ambigu Berdasarkan Gramatikal
  • Kalimat ambigu berdasarkan Gramatikal merupakan kalimat yang karna pembentukan suatu ketatabahasaan baik pembentukan kata , prasa, maupun kalimat kumpulan kata atau yang di sebut juga frasa yang memiliki keambiguitasan jenis ini jika di masukan dalam konteks kalimat akan hilang .
Contoh :

Pada kata orang tua memiliki dua arti yaitu : orang tua bisa berarti orang tua kita yang telah melahirkan kita atau orang tua orang yang benar benar sudah tua.  Jadi untuk membedaakannya kita harus memahami terlebih dahulu konteks kalimatnya.
  • Orang tua budi seorang nelayan.(ini berarti orang tua yang melahirkan budi)
  • Budi menolong orang tua di pinggir jalan( ini berarti orang yang memang sudah tua
Kalimat Ambigu Berdasarkan Leksikal

Pada kalimat ambigu yang berdasarkan leksikal merupakan keambiguitasan karna faktor dari kata itu sendiri

Contoh :
  • Budi lari mengelilingi sekolah karna tidak membuat pekerjaan rumah
  • Santi berlari mengejar metromini yang menuju sekolahnya
  • Rani ingin lari dari kenyataan yang mengecewakaan nya

Kalimat Ambigu Yang Berdasarkan Fonetik 

Kalimat ambigu yang berdasarkan fonetik memiliki keambiguan karna adanya persamaan bunyi yang di ucapkan dan biasanya banyak terjadi dalam dialog atau percakapan sehari - hari 
Contoh :
  • Pada Kata Tahu.  Sati di beri tahu oleh yoga.  Terdapat 2 makna yang mana tahu bisa berarti tahu makanan dan tahu yang berarti memberikan informasi
Untuk menghindari keambiguan juga atau kesalahan dalam memaknai arti atau memberikan suatu tafsiran untuk itu sebaliknya kalimat tersebut di lengkapi dengan tanda hubung (-) fungsi tanda hubung dalam penulisan kata- kata untuk menandai pembacaan frasa agar tidak menimbulkan keambiguan.
Contoh : 
  • Mainan teman baru itu memiliki warna merah atau
Dalam kalimat tersebutnya kalau kita memiliki makan yang ambigu.  Untuk menghiulangkan keambiguan seharusnya kita memberikan tanda penghubung (-) dalam kalimat tersebut.  Berikut ini contoh yang benar.
  • Mainan - teman baru itu berwana merah
  • Mainan teman - baru itu berwarna merah
Tanda penghubung (-) tersebut merupakan tanda jeda dalam kalimat

Ambiguitas Fonetik

Ambiguitas fonetik adalah keambiguan yang mempunyai kesamaan bunyi dalam pengucapannya. Ambiguitas fonetik tidak jarang kami dengar pada perbincangan sehari-hari hanya saja kami tidak menyadarinya.

Pengertian Dan Contoh Kalimat Ambigu Lengkap

Contoh:

Jangan beri tahu terhadap dia!

Kalimat diatas terkesan absurd pada kata tahu. Kata tersebut membikin kalimat mempunyai makna ganda. Tahu yang dimaksud apakah tahu dalam bentuk makanan alias tahu yang bermakna memberi informasi. Oleh sebab itu pada Ambiguitas fonetik kami tidak bisa mendengarkan hanya sepatah kalimat saja wajib mendengarkan perbincangan tersebut dengan cara utuh.

Ambiguitas Gramatikal

Ambiguitas gramatikal adalah ketaksaan yang terjadi sebab terjadi gabungan kata dengan kata. Ambiguitas tipe ini hanya bisa terkesan ketika dalam bentuk kata tetapi ketika berubah dalam bentuk kalimat ambiguitas gramatikal telah tidak terkesan. Mari kami lihat contoh kalimat ambigu tipe ini.

Contoh:

"Orang tua"

Kata orang tua diatas mempunyai makna ganda antara lain orang yang tua alias ayah serta ibu. Tetapi apabila kalimat tersebut tersedia dalam bentuk kalimat ambiguitasnya telah tidak terkesan lagi.

"Orang tua itu kesusahan menyebrang jalan."
"Orang tua andi sangat ramah sekali terhadap kami."

Kalimat ambiguitas gramatikal lainnya adalah "budi, ayah ani pergi." kalimat itu bisa diartikan semacam di bawah ini.

"Budi, ayah ani pergi" (Budi serta Ayah Ani pergi)
"Budi, ayah, ani pergi" (Semua pergi)

Apabila dilihat pada kata-kata diatas adalah keambiguan tetapi seusai dimasukkan dalam bentuk kalimat keambiguan tersebut telah tidak terkesan lagi.

Ambiguitas Leksikal

Ambiguitas leksikal adalah keambiguan yang terjadi pada kata. Dalam setiap bahasa khususnya Bahasa Indonesia tidak sedikit kata yang mempunyai makna lebih dari satu. Mari kami lihat contoh dibawah ini.

Contoh:

Kata ambigu= "Bulan"
Malam ini bakal datang bulan purnama. (Datang bulan bermakna Asli)
Aku datang bulan setiap awal bulan. (Datang bulan berupa saat datang menstruasi pada wanita)

Kata ambigu= "Haram"
Makanan itu haram serta tidak boleh dimakan. (Haram berarti lawan kata dari halal)
Anak haram itu dibesarkan menjadi anak yang nakal. (Anak haram berarti anak dilahirkan diluar nikah).
Keambiguitasan sebuahbahasa terjadi sebab adanya berbagai hal penyebab antara lain:

Faktor-faktor Penyebab Ambiguitas

1.   Hal Morfologi

Faktor penyebab morfologi yang pertama adalah morfologi yaitu penyebab yang berasal dari pembentukan kata itu sendiri.

Contoh:

"Masuk angin"
Aku sedang masuk angin jadi badanku menggigil.
Ketika aku membuka pintu, masuklah angin kedalam rumah dengan sangat kencang.
Pada kalimat kedua bisa dilihat maksud dari kata masuk angin berubah bentuk menjadi masuklah angin yang berarti ada angin yang masuk kedalam rumah. Contoh tersebut memperlihatkan bahwa keambiguan bisa dikarenakan dari pembentukan kata yang ada di dalam kalimat.

2.   Hal Sintaksis/Susunan Kata

Sintaksis alias penyusunan kata bisa menyebabkan adanya keambiguan pada sebuahkata di dalam kalimat.

Contoh:

"Keras kepala"
Anak itu sangat bandel jadi tidak bisa dinasehati.
Limbad mempunyai kepala keras semacam batu di atraksinya tadi malam.
Pada kalimat kedua bandel berubah susunan katanya menjadi kepala keras yang berarti kepala yang keras.

3.   Hal Struktural

Keambiguan sebuahkata bisa dipengaruhi dari struktur kata pada kalimat tersebut.

Contoh:

"Budi, Adik Dika sedang sakit." (Budi serta Adik Dika yang sakit)
"Budi, Adik, Dika sedang sakit."(Ketiganya sedang sakit)
"Budi! Adik Dika sedang sakit." (Adik Dika yang sakit)

Pada kalimat diatas bisa dilihat struktur kalimat sangat mempengaruhi makna dari kalimat tersebut. Perubahan makna dari sebuahkalimat terjadi sebab adanya tambahan kata maupun tanda baca.

Pengertian Dan Contoh Kalimat Ambigu Lengkap - Demikian pengertian dan contoh kalimat ambigu semoga bermanfaat bagi teman - teman semua. Terimakasih
Pengertian Dan Contoh Kalimat Ambigu Lengkap | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar