Pengertian Dan Ciri - Ciri Puisi Kontemporer

Pengertian Dan Ciri - Ciri Puisi Kontemporer - Dalam pelajaran Bahasa Indonesia kita sering mendengar dengan istilah puisi,   Puisi pun dibagi menjadi banyak jenis sehingga terkadang kita sendiri tidak mengetahui jenis puisi tersebut.  Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pengertian dan ciri - ciri puisi kontemporer. Mungkin teman - teman sudah banyak yang paham tentang puisi kontemporer sendiri.  Setiap jenis puisi memiliki ciri -ciri khusus untuk dapat membedakannya seperti halnya dengan puisi kontemporer. Puisi kontemporer sendiri memiliki pengertian dan ciri - ciri tersendiri.  Berikut beberapa penjelasan tentang puisi kontemporer.

Puisi kontemporer tidak mementingkan tipografi yang konvisional seperti puisi lama atau puisi baru. Puisi kontemporer lebih mementingkan bentuk grafis atau fisik ( bunyi) untuk mengungkapkan perasaan penyairnya . Puisi kontemporer tidak lagi terikat oleh bentuk dan rima , tetapi lebih mementingkan penyampaian gagasan .  Penyair merakit kata kata sedemikian rupa untuk menimbulkan bunyi yang indah  demi tujuan tersebut penyair kadang - kadang membalikkan kata - kata yang menggaburkan makna.  Adapun ciri - ciri puisi kontemporer sebagai berikut :

Puisi Kontemporer

Ciri - Ciri Puisi Kontemporer :

  • Bentuk fisik atau tipografi tidak beraturan
  • Kata - kata di susun sevara acak sesuai dengan tipografi yang di inginkan penyair
  • Sebagian penyair menganggap makna dalam puisi kontemporer tidak di utamakan yang di utamakan adalah bentuk fisiknya
  • Sebagian penyair masih tetap mengutamakan makna puisi , tetapi disajikan dengan tipografi bebas .  Walaupun tidak mengutamakan makna, puisi kontemporer masih di ikat tema
  • Kritik sosial masih muncul dengan lebih keras karna kekuasaan orde baru dan ketidak menentuan situasi tahun 2000 an
Tema Puisi kontemporer 
  1. Tema protes yang ditujukan terhadap kepincangan sosial serta akibat negatif dari industrialisasi. 
  2. Tema humanisme yang mengemukakan kesadaran bahwa manusia merupakan subjek pembangunan serta bukan objek pembangunan.  
  3. Tema yang mengungkapkan kenasiban batin yang religius serta cenderung terhadap mistik.  
  4. Tema yang dilukiskan melewati alegori serta parabel.  
  5. Tema mengenai perjuangan menegakkan hak-hak azasi manusia berupa perjuangan untuk kebebasan, persamaan hak, pemerataan, serta leluasa dari cengkeraman dari teknologi modern.
  6. Tema kritik sosial terhadap perbuatan absolut dari mereka yang menyelewengkan kekuasaan serta jabatan.
Puisi Kontemporer di bedakan menjadi beberapa jenis, yaitu: 
  1. Puisi Tanpa Kata Yaitu puisi yang sama sekali tak memakai kata sebagai alat ekspresinya. Sebagai gantinya di gunakan titik-titik, garis, huruf, alias simbol-simbol lain. 
  2. Puisi Mini Kata Yaitu puisi kontemporer yang memakai kata dalam jumlah yang sangat sedikit, dibekali dengan symbol lain yang berupa huruf, garis, titik, alias tanda baca lain. 
  3. Puisi Multi Lingual Yaitu puisi kontemporer yang memakai kata alias kalimat dari beberapa bahasa, baik bahasa daerah maupun bahasa asing. 
  4. Puisi Tipografi Yaitu puisi kontemporer yang memandang bentuk alias wujud fisik puisi sanggup memperkuat ekspresi puisi. Bahkan wujud fisik puisi dipandang sebagai salah satu unsur puisi, sebagai sebuahtanda yang mempunyai makna tertentu, yang tak terlepas dari keseluruhan makna puisi. 
  5. Puisi Supra Kata Yaitu puisi kontemporer yang memakai kata-kata konvensional yang dijungkir-balikkan alias penciptaan kata-kata baru yang belum sempat ada dalam kosakata bahasa Indonesia. Puisi macam ini lebih mementingkan sudut bunyi serta ritme, jadi merangsang timbulnya suasana magis (cenderung sebagai puisi mantra). 
  6. Puisi Idiom Baru Puisi macam ini dibedakan dengan puisi konvensional khususnya oleh pemakaian idiom-idiom baru yang tersedia didalamnya. 
  7. Puisi idiom baru masih memakai kata sebagai alat ekspresinya, namun kata tersebut dibentuk serta diungkapkan dengan tutorial baru, diberi nyawa baru. Dipakai idiom-idiom baru yang belum sempat dijumpai sebelumnya. 
  8. Puisi Mbeling Puisi mbeling pada umumnya mengandung unsur humor, bercorak kelakar. Dalam puisi ini tak jarang tersedia unsur kritik, khususnya kritik sosial. Puisi mbeling tak meng’haram’kan pemakaian sebuahkata. Semua kata mempunyai hak yang sama dalam penulisan puisi ini.
Puisi kontemporer dipelopori oleh penyair sutardji Calzoum Bachri.  Menurut Sutardji dalam puisi kontemporer yang dipentingkan bentuk fisik ( bunyi).  Ia ingin mengembalikan puisi pada mantra . Dalam puisi yang ditulisnya disajikan ulangan kata, frasea, dan bunyi yang menjadi kekuatan puisinya.  Puisi - puisi Sutardji diterbitkan dalam bukunya yang berjudul O,Amuk, Kapak,Sutardji mempergunakan penyimpangan penyimpangan tata bahasanya.  Penyimpangan itu diantaranya berupa penghapusan tanda baca , pemutusan kata, pembalikan kata, mengubah bentuk morfologinya, banyak penghapusan tanda baca pada puisi Sutardji yang di lakukan dengan sengaja memberikan kegandaan tafsir.

Contoh Puisi Kontemporer    
          
                       Amuk
Ngiau! Kucing dalam darah dia menderas
Lewat dia mengalir ngilu ngiau dia ber
Gegas lewat dalam aortaku dalam rimba
Darahku dia besar dia bukan hariamau bu
Kan singa bukan hiena bukan leopar dia
Macam kucing bukan kucing tapi kucing
Ngiau dia lapar dia menambah rimba af
Rikaku dengan cakarnya dengan amuknya
Dia meraung dia mengerang jangan beri
Daging dia tak mau daging jesus jangan
Beri roti dia tak mau roti ngiau.

Pengertian Dan Ciri - Ciri Puisi Kontemporer - Demikian penjelasan tentang pengertian dan ciri - ciri puisi kontemporer.  Semoga artikel ini bermanfaat bagi teman teman semua .  Artikel ini dikutif dari buku bahasa indonesia ,Intan Pariwara. Terimakasih.




Pengertian Dan Ciri - Ciri Puisi Kontemporer | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar