10 Cara Menulis Nama, gelar, Singkatan, dan Akronim dengan benar

10 Cara Menulis Nama, gelar, Singkatan, dan Akronim dengan benar - Berikut ini ada 10 cara  dan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan nama, gelar, singkatan, akronim. Untuk lebih rincinya dapat melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

1)     Albert Devin Wijaya (nama)
2)     Drs. (gelar)
3)     Yth. (singkatan)
4)     PRAMUKA (akronim)

1.      Huruf pertama setia unsur-unsur nama harus ditulis menggunakan huruf kapital.
Contoh: Narendra Satya Nugraha, I Komang Wisesa, Bunga Citra Lestari.
2.      Penulisan gelar yang diikuti nama orang pada umumnya disingkat. Huruf pertama singkatan nama gelar dan sapaan ditulis dengan huruf kapital.
Contoh: Prof. Dr. Cornelius Hutapea, Dewita Christy, S.Pd., dan Sdr. Michael Sanjaya.
3.      Penulisan gelar yang tidak diikuti nama orang tidak menggunakan kapital di huruf awal.
Contoh: Cita-citanya menjadi seorang dokter, meskipun ayahnya menginginkan dia menjadi seorang pengusaha.
4.      Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik.
Contoh: Thomas L.Z. dan Drs. Hatta.
10 Cara Menulis Nama, gelar, Singkatan, dan Akronim dengan benar

5.      Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.
Contoh: DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara).
6.      Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik.
Contoh: dll. (dan lain-lain) dan hlm. (halaman).
7.      Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh:  PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) dan SIM (Surat Izin mengemudi).
8.      Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital.
Contoh: Akabri ( Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).
9.      Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.
Contoh: pemilu (pemilihan umum), rudal (peluru kendali)
10.  Jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. (1) jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim.

10 Cara Menulis Nama, gelar, Singkatan, dan Akronim dengan benar - Demikian pembahasan dan penjelasan tentang tata cara penulisan nama gelar dengan baik dan benar.  Semoga bermanfaat bagi teman - teman semua
10 Cara Menulis Nama, gelar, Singkatan, dan Akronim dengan benar | Widia Muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar