Ciri ciri Karya Sastra Priode Angkatan Pujangga Baru (1930)

Ciri ciri Karya Sastra Priode Angkatan Pujangga Baru (1930) - Pada priode pujangga baru , jenis karya sastra yang di hasilkan sebagian besar berupa puisi. pada karya sastra berjenis cerita pendek dan drama sudah mulai di tulis. Pada karya sastra yang tercipta pada priode ini. Baca juga Ciri Ciri Karya Sastra Priode Angkatan Balai Pustaka (1920) lengkap
Ciri ciri Karya Sastra Priode Angkatan Pujangga Baru (1930)
Ciri ciri Karya sastra priode pujangga baru sebagai berikut :

  • Puisi
  1. Puisi berbentuk puisi baru , bukan pantun dan syair lagu
  2. Pilihan kata kata di warnai dengan kata kata nanindah
  3. Bahasa kiasan utama adalah perbandingan
  4. Hubungan antar kalimat jelas dan hampir tidak ada kata kata yang ambigu
  5. Mengekspresikan perasaan , pelukisan alam yang indah , dan tentram
  6. Persajakan(rima) merupakan salah satu sarana kepuitisan utama
  • Prosa 
  1. Arus Lurus
  2. Teknik erwatakan tidak menggunakan analisis langsung deskripsi fisik sudah sedikit
  3. Tidak banyak sisipan cerita  sehingga alurnya lebih erat
  4. Pusat pengisahan menggunakan metode orang ke tiga
  5. Gaya bahasa sudah tidak menggunakan perumpamaan , pepatah dan pribahasa
  6. masalah yang di angkat maslah kehidupan masyarakat kota, contoh masalah pemilihan pekerjaan, masalah indovidu manusia
  7. Bersifat didaktis
Contoh pengarang dan karya sastra nya pada priode angkatan pujangga baru 
  • Amir Hamzah : Nyanyi sunyi (kumpulan puisi)Buah  rindu(Kumpilan puisi)
  • St. Takdir Alisjahbana: Layar terkembang(roman) dan Tebatran mega(kumpulan puisi)
  • Armijn Pane : Belenggu (roman)
Ciri ciri Karya Sastra Priode Angkatan Pujangga Baru (1930) - Pengertian ciri ciri dan contoh  Karya Sastra Priode Angkatan Pujangga Baru (1930) mungkin dengan membandingkan dengan Ciri Ciri Karya Sastra Priode Angkatan Balai Pustaka (1920) lengkap.  Terimakasih telah berkunjung semoga membantu dan menambah wawasan teman teman semua tentang karya sastra
Ciri ciri Karya Sastra Priode Angkatan Pujangga Baru (1930) | widia muliadi | 5

0 komentar:

Posting Komentar